INILAH.COM, Hong Kong - Bursa Asia anjlok pada Senin (4/6/2012) karena data tenaga kerja AS menambah kekhawatiran investor tentang rentannya ekonomi global.
Saham Jepang terpuruk ke level terendah lebih dari dua dekade, sementara saham Hong Kong kehilangan keuntungan sejak awal tahun ini.
"Kekhawatiran pertumbuhan meningkat, seiring ketegangan di zona Euro yang menjadi fokus utama sentimen pasar," kata Mitul Kotecha, kepala strategis valas Credit Agricole.
Indeks Hang Seng jatuh 2% selama sesi, menghapus keuntungan sejak awal tahun, dan memberikan acuan Hong Kong rugi bersih sebesar 1,4% pada penutupan Senin.
Indeks komposit Shanghai China merosot 2,7%, di Korea Selatan, Kospi anjlok 2,8%, Taiex Tawain jatuh 3% dan di Australia, indeks S & P / ASX 200 kehilangan 1,9% menjadi 3.985, finishing di bawah angka 4.000 untuk pertama kalinya sejak November.
Di Tokyo, indeks Nikkei Stock Average merosot 1,7%, sementara Topix kehilangan 1,9% dan berakhir di 695,51, penutupan terendah setidaknya sejak 1985.
Pada penutupan Senin, Nikkei turun 19,1% dari level tertinggi setahun di 10.255,15 yang sudah disentuhnya pada 27 Mei. Indeks Topix, sementara itu, turun 20,9% dari level tertinggi 8 Juli 2011 di 879,48.
Koreksi di Asia terjadi, menyusul hari yang mengerikan untuk bursa AS akhir pekan lalu, ketika semua acuan jatuh lebih dari 2%, dan Dow Jones Industrial Average kehilangan semua keuntungan tahun ini.
Ekonomi AS menambah hanya 69 ribu pekerjaan pada Mei, kenaikan bersih terkecil di nonfarm payrolls dalam satu tahun. Ekonom yang disurvei MarketWatch memperkirakan kenaikan 165 ribu."Mulai tampak bahwa perlambatan global, dan peristiwa di Eropa khususnya, memiliki dampak yang lebih nyata terhadap perekonomian AS," kata ekonom pada Capital Economics.
Kontrak emas menguat karena para investor mencari tempat yang aman, dan dolar AS turun karena spekulasi, bahwa data yang lemah bisa memicu pelonggaran kuantitatif lebih dari Federal Reserve.
Sementara beberapa sektor atau saham selamat dari aksi jual awal pekan ini, saham eksportir, keuangan dan sumber daya terpukul keras.
Di Jepang, saham Nikon Corp anjlok 4,9%, Mazda Motor Corp, merosot 7,3% dan Toyota Motor Corp turun 3,5%. Saham Sony Corp turun 1,7%.
Sedangkan saham eksportir dan perusahaan lain yang tergantung pada permintaan global juga bernasib buruk. Saham SK Hynix Inc anjlok 5,3%, dan LG Display Co tenggelam 5,2% di Seoul, Esprit Holdings Ltd kehilangan 3,1% di Hong Kong, dan di Taipei, HTC Corp turun 6,5% sementara Inotera Memories Inc merosot hingga level limit 7%. [ast]