INILAH.COM, Jakarta - Menteri Keuangan Agus Martowardojo tak merasa khawatir dengan fluktuasi harga saham meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) anjlok 3,1% pada awal perdagangan, Senin (4/6/2012).
Alasannya, penurunan harga saham itu akibat pengaruh luar, bukan sentimen dari dalam negeri. "Koreksi IHSG itu lebih mencerminkan dinamika dunia," ujar Agus di Jakarta, Senin (4/6/2012).
Dalam kondisi seperti ini, Agus berharap regulator pasar modal harus memastikan bahwa transaksi berjalan secara transparan. "Dan yang harus dilakukan regulator untuk yakinkan bahwa semua transaksi itu transparan dan aspek keterbukaan informasi terjaga dan semuanya harus tertib," ungkapnya.
Ia menilai, penurunan yang terjadi adalah hal wajar karena kondisi ekonomi global saat ini. Yang pasti, transparansi dan disiplin pasar harus tetap dijaga. "Kalau di pasar modal ada gejolak kemudian terjadi penurunan itu sesuatu yang sangat dimungkinkan," paparnya.
Sebagaimana diberitkan,pada pembukaan perdagangan Senin (4/6/2012), IHSG melemah 121,3 poin atau 3,1% menjadi 3.678,41. Volume perdagangan mencapai 1,6 miliar saham senilai Rp1,7 triliun. Sesi I diwarnai dengan 284 saham turun, 12 saham menguat dan 20 saham stagnan. Investor asing dalam posisi net sell Rp119,9 miliar. [tjs]