INILAH.COM, New York- Saham-saham di AS kembali berguguran dihantam tingkat pengangguran yang mencapai rekor tertinggi. Penurunan Dow Jones menghapus semua gain yang terkumpul selama setahun. Imbal hasil (yield) obligasi AS juga menyentuh tingkat terendah.
Pada pembuakaan perdagangan di bursa saham New York, indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 1,2% atau sekitar 150 poin. Indeks saham blue chip di bursa New York ini dalam waktu singkat kehilangan gain yang diperoleh setahun dan kini harus memulai lagi untuk bangkit. Indeks S&P 500 turun 18 poin atau 1,4% sedangkan di bursa Nasdaw turun 44 poin atau 1,5%.
Angka pengangguran di AS menyentuh 69 ribu lebih sedikit dari yang diprediksi oleh ekonom yang disurvei CNNMoney. Angka ini menunjukkan kenaikan 8,2% sekaligus mencatatkan angka tinggi pertama dalam tahun ini. “Angka pengangguran di AS ini sangat menyedihkan,” ujar Marc Chandler, global head of currency strategy di Brown Brothers Harriman.
Investor juga terpukul oleh pelarian modal dari saham ke surat utang pemerintah. Aksi ini mengakibatkan tingkat yield obligasi pemerintah jatuh ke titik terendah selama 10 tahun terakhir, pada 1,5%. Kondisi buruk di pasar ini diperburuk dengan performa industri China yang melemah serta angka pengangguran yang mencapai titik tertinggi di Eropa, pada angka 11%. [tjs]