INILAH.COM, Jakarta - Meski indeks harga saham gabungan (IHSG) sedang volatile, hal itu tidak menyurutkan minat calon emiten untuk melakukan penawaran umum saham perdana.
Hal itu disampaikan Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Eddy Sugito saat ditemui wartawan di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (1/6/2012). "Minat tetap ada. Berpikir bahwa saat yang tepat untuk melakukan penawaran umum saham perdana tergantung dari masing-masing perusahaan. Bila ingin tetap melakukan penawaran umum saham perdana harus menunggu untuk mendapatkan value yang bagus," kata Eddy.
Eddy mengatakan, sentimen tidak baik di Eropa berdampak terhadap bursa saham global. Hal itu mendorong semua pihak mencari dolar AS sehingga rupiah dalam kondisi volatile."Rupiah sedang volatile membuat investor asing tidak suka dengan saham. Rupiah yang sulit dikendalikan membuat pekerjaan rumah bagi Pemerintah dan Bank Indonesia," tutur Eddy.
Hal senada dikatakan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito, penurunan IHSG tidak membuat calon emiten menunda pelaksanaan penawaran umum saham perdana.
"Dulu Mei 2011 sampai delapan emiten karena ada emiten-emiten menggunakan buku September cukup banyak. Sedangkan emiten sekarang menggunakan buku Desember 2011 sehingga mereka baru akan listing sekitar pertengahan Juni hingga awal Juli 2012," kata Ito.
Ito menuturkan, saat ini emiten tersebut sedang memproses penawaran umum saham perdana di Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). Sehingga tidak ada penundaan penawaran umum saham perdana. "Sekarang mereka prosesnya sudah di Bapepam-LK jadi bukan karena ditahan, tapi karena memang belum selesai prosesnya," ujar Ito.
Indeks saham yang melemah, Ito menambahkan, memang mempengaruhi harga valuasi penawaran umum saham perdana. Tapi hal itu bergantung dari industri emiten tersebut. "Pricing tergantung industrinya apa, kan itu benchmark tentu dari segi pricing akan mempengaruhi benchmark pasar. Tapi kembali lagi mungkin dengan situasi ini untuk investor kesempatan bagus," kata Ito.
Hingga semester pertama 2012, terdapat 14 emiten melakukan penawaran umum saham perdana di BEI. Jumlah tersebut termasuk yang sudah melakukan penawaran umum saham perdana pada kuartal pertama 2012. Adapun calon emiten yang sedang melakukan penawaran umum saham perdana antara lain PT Toba Bara, PT Global Teleshop, PT Kobexindo Tractor, PT MNC Sky Vision, PT Supra Boga International dan PT Trisula International. [tjs]