Sabtu, 25 Mei 2013 | 14:21 WIB
Follow Us: Facebook twitter
IHSG Volatile, IPO Jalan Terus
Headline
ist
Oleh: Agustina Melani
pasarmodal - Jumat, 1 Juni 2012 | 17:02 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Meski indeks harga saham gabungan (IHSG) sedang volatile, hal itu tidak menyurutkan minat calon emiten untuk melakukan penawaran umum saham perdana.

Hal itu disampaikan Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Eddy Sugito saat ditemui wartawan di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (1/6/2012). "Minat tetap ada. Berpikir bahwa saat yang tepat untuk melakukan penawaran umum saham perdana tergantung dari masing-masing perusahaan. Bila ingin tetap melakukan penawaran umum saham perdana harus menunggu untuk mendapatkan value yang bagus," kata Eddy.

Eddy mengatakan, sentimen tidak baik di Eropa berdampak terhadap bursa saham global. Hal itu mendorong semua pihak mencari dolar AS sehingga rupiah dalam kondisi volatile."Rupiah sedang volatile membuat investor asing tidak suka dengan saham. Rupiah yang sulit dikendalikan membuat pekerjaan rumah bagi Pemerintah dan Bank Indonesia," tutur Eddy.

Hal senada dikatakan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito, penurunan IHSG tidak membuat calon emiten menunda pelaksanaan penawaran umum saham perdana.

"Dulu Mei 2011 sampai delapan emiten karena ada emiten-emiten menggunakan buku September cukup banyak. Sedangkan emiten sekarang menggunakan buku Desember 2011 sehingga mereka baru akan listing sekitar pertengahan Juni hingga awal Juli 2012," kata Ito.

Ito menuturkan, saat ini emiten tersebut sedang memproses penawaran umum saham perdana di Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). Sehingga tidak ada penundaan penawaran umum saham perdana. "Sekarang mereka prosesnya sudah di Bapepam-LK jadi bukan karena ditahan, tapi karena memang belum selesai prosesnya," ujar Ito.

Indeks saham yang melemah, Ito menambahkan, memang mempengaruhi harga valuasi penawaran umum saham perdana. Tapi hal itu bergantung dari industri emiten tersebut. "Pricing tergantung industrinya apa, kan itu benchmark tentu dari segi pricing akan mempengaruhi benchmark pasar. Tapi kembali lagi mungkin dengan situasi ini untuk investor kesempatan bagus," kata Ito.

Hingga semester pertama 2012, terdapat 14 emiten melakukan penawaran umum saham perdana di BEI. Jumlah tersebut termasuk yang sudah melakukan penawaran umum saham perdana pada kuartal pertama 2012. Adapun calon emiten yang sedang melakukan penawaran umum saham perdana antara lain PT Toba Bara, PT Global Teleshop, PT Kobexindo Tractor, PT MNC Sky Vision, PT Supra Boga International dan PT Trisula International. [tjs]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.