INILAH.COM, Jakarta - PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) per 31 Maret 2012 mencatat kenaikan rugi bersih menjadi Rp355,62 miliar dari kerugian Rp41,128 miliar di kuartal pertama 2011.
Demikian mengutip keterbukaan informasi yang diterbitkan BEI, Jumat (1/6/2012). Pada periode tersebut, perseroan menderita rugi kurs sebesar Rp56,466 miliar. Padahal pada periode yang sama tahun lalu mencatatkan keuntungan kurs Rp115,871 miliar.
Penyebab lain kerugian perseroan adalah pendapatan bunga yang mengalami penurunan menjadi Rp452,205 juta dari Rp4,07 miliar. Demikian juga dengan beban keuangan naik tipis menjadi Rp210,206 miliar dari Rp200,575 miliar.
Untuk pendapatan usaha perseroan juga turun menjadi Rp526,599 miliar di tiga bulan pertama 2012 dari Rp717,940 miliar. Penurunan pendapatan usaha ini disebabkan turunnya pendapatan jasa telekomunikasi sebesar 26,07% dari Rp830,999 miliar menjadi Rp614,355 miliar. Selain itu, jasa interkoneksi juga turut turun 14,58% menjadi Rp58,963 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu Rp69,033 miliar.
Kendati demikian, perseroan berhasil menekan beban usaha sekitar 1,13% dari Rp704,981 miliar menjadi Rp696,967 miliar. Perseroan menderita rugi usaha sebesar Rp170,368 miliar. Untuk total aset perusahaan per 31 Maret 2012 mencapai Rp12,028 triliun dari Rp12,213 triliun per 31 Desember 2011.