INILAH.COM, Jakarta -Manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI) mengharapkan investor domestik dapat memanfaatkan penurunan indeks saham untuk membeli saham secara secara selektif dan bertahap.
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito menuturkan, penurunan indeks saham didorong dari penarikan investor asing di bursa saham. Hal itu didorong pasar valuta asing yang bergerak volatile.
Pihaknya mengharapkan pemerintah dan Bank Indonesia (BI) dapat mengatasi pasar valas bergerak volatile tersebut. Selain itu, Ito menilai, perekonomian Indonesia dan emiten masih memiliki fundamental baik sehingga masih dapat menjadi sentimen positif.
"Ini sebetulnya fenomena yang sifatnya jangka pendek seperti Agustus 2011, indeks turun banyak dan investor asing net sell. Tapi yang ingin saya tekankan sekaranglah kesempatan investor domestik masuk pasar selagi asing masih panik dan jualan," ujar Ito, di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (1/6/2012).
Lebih lanjut ia menuturkan, ketika investor asing mau masuk lagi maka harga saham bisa naik. Hal itu dapat memberikan keuntungan bagi investor domestik. "Kalau investor domestik ikutan panik ya akan terus jadi follower," tambah Ito.
Selain itu, menurut Ito, kondisi penurunan indeks saham di kuartal kedua 2012 hampir mirip dengan kondisi 2011 lalu."Kondisi Agustus 2011 lebih berat. Mei itu paling sekitar Rp7 triliun untuk net sell sementara Agustus 2011 sekitar Rp8,5 triliun. Makanya 2011 kondisi kurang lebih sama karena masalah di pasar valas memicu investor asing untuk menjual. Sekarang pun sama, hanya itu tadi sekarang ini kesempatan bagi investor domestik berinvestasi di pasar modal," ujar Ito.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tipis hari ini sekitar 0,20% ke level 3.825 pada pukul 2.29 WIB. IHSG secara year to date hanya naik 0,28% ke level 3.832 pada perdagangan saham Kamis (31/5/2012). [tjs]