INILAH.COM, London - Bursa saham Eropa diprediksi akan bergerak mixed pada perdagangan Jumat (1/6/2012). Pasar memilih wait and see menjelang rilis data pekerjaan AS.
Bursa saham Asia diperdagangkan mixed meskipun data aktivitas manufaktur China melemah tipis. Indeks Hang Seng naik 0,2%, indeks STI turun 0,5%, indeks Nikkei turun 1,2%, indeks Shanghai naik 0,07%, indeks ASX turun 0,3%. Minyak mentah turun 0,1% ke US$86,38. Emas turun 0,2% menjadi US$1.558,90. Euro melemah 0,2% menjadi US$1,232.
Investor menantikan data penting tentang non-farm payrolls. Sebab dari data penyerapan tenaga kerja sektor swasta tidak seperti yang diperkirakan analis.
Data HSBC menyebutkan indeks aktivitas manufaktur China untuk bulan Mei 2012 melemah menjadi 48,4 dari 49,3 di bulan April lalu. Data ini menunjukan pelemahan selama tujuh bulan terakhir untuk data Purchasing Manager Index (PMI) yang dilakukan oleh HSBC. Dalam komponen PMI tersebut yang memicu terjadinya penurunan adalah pesanan baru dan output manufaktur dengan posisi indeks di bawah 50.
Pada perdagangan Kamis (31/6/2012) kemarin, indeks Eropa Stoxx 50 turun o,1% dan indeks DAX jatuh 0,3%, indeks FTSE turun 0,2% dan indeks CAC stagnan.
Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan saham Kamis (31/5/2012). Hal itu didorong dari persepsi investor terhadap masalah kredit Eropa yang semakin mendalam.
Indeks Dow Jones ditutup turun 26,41 poin atau 0,21% ke level 12.393,45. Indeks S&P 500 turun 2,99 poin atau 0,23% ke level 1.310,33. Indeks Nasdaq turun 10,02 poin atau 0,355 ke level 2.827,34. Selain itu, indeks S&P 500 turun 6,3% pada Mei 2012. Penurunan itu terbesar sejak September 2012. Indeks Dow Jones turun 6,2% dan indeks Nasdaq turun tajam 7,3% dalam dua tahun.