INILAH.COM, Jakarta – Hingga penutupan, IHSG diprediksi bertahan di zona negatif. Faktor Yunani dan Spanyol masih jadi sandungan. Tapi, empat saham layak trading di sesi dua.
Pada sesi pertama perdagangan Selasa (29/5/2012), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) ditutup melemah 13,34 poin (0,34 %) ke level 3.905,344. Begitu juga indeks saham unggulan LQ45
yang turun 2,12 poin (0,32%) ke angka 658,513.
Laju indeks siang ini cukup sepi, hanya didukung oleh volume transaksi yang tercatat mencapai 782,7 juta lembar saham di pasar reguler dan total mencapai 9,49 miliar. Sementara itu, nilai transaksi mencapai Rp833,78 miliar di pasar regular dari total Rp1,056 triliun dan frekuensi 10.561 kali. Hanya 71 saham menguat, sedangkan 152 saham melemah dan 86 saham stagnan.
Pelemahan indeks, juga diwarnai aksi jual dari investor asing yang mencatatkan transaksi nilai jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp142,1 miliar. Rinciannya, transaksi beli mencapai Rp286,3 miliar sedangkan transaksi jual sebesar Rp428,4 miliar.
Mayoritas sektor saham mendukung pelemahan indeks. Aneka industri memimpin pelemahan 0,92%, disusul industri dasar 0,91%, pertambangan 0,82%, perdagangan 0,61%, properti 0,61%, manufaktur 0,54%, keuangan 0,25%, dan konsumsi 0,04%. Hanya dua sektor saham yang menguat, infrastruktur 0,54% dan perkebunan 0,35%.
Analis Panin Securities Purwoko Sartono memperkirakan, indeks saham domestik akan bertahan di zona negatif hingga penutupan sore nanti. “IHSG akan bergerak pada kisaran support 3.890 dan resistance 3.915,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (29/5/2012).
Pelemahan indeks, menurutnya, tidak bisa dilepaskan dari faktor eksternal yakni krisis utang di Eropa. Memang, pasar mendapat sempat mendapat sentiment positif setelah partai probailout diunggulkan dalam hasil jejak pendapat. “Tapi, kelihatannya ini, pasar masih menunggu kepastian,” ujarnya.
Dari Spanyol, lanjut Purwoko, pasar mencemaskan krisis perbankan di Spanyol setelah Bankia meminta dana talangan dari pemerintah senilai 19 miliar euro.
Di atas semua itu, dia merekomendasikan positif dua saham bluechip dari sektor infrastruktur telekomunikasi dan properti. Begitu juga dengan saham lapis dari sektor infrastruktur dan industri dasar.
Saham-saham pilihannya adalah PT Telkom (TLKM), PT Ciputra Development (CTRA), PT Malindo Feedmill (MAIN), dan PT Pembangunan Perumahan (PTPP). “Saya rekomendasikan trading buy keempat saham tersebut. Pergerakannya cukup stabil untuk mendarat di zona positif,” imbuh Purwoko.
Analis dari Equator Securities Gina Novrina Nasution mengatakan, bursa Eropa pada perdagangan kemarin sore dibuka mengalami penguatan. Namun, jelang penutupan cenderung melemah. “Pelemahan ini sebagai antisipasi karena masih belum pastinya mengenai pemerintahan baru Yunani dan sentimen negatif dari perbankan di Spanyol,’ ujarnya.
Pagi tadi, lanjut Gina, bursa regional dibuka cenderung mixed (variatif). Sedikit meredanya mengenai kekhawatiran terhadap melemahnya rupiah terhadap dollar seiring intervensi dari BI akan bisa membawa IHSG kembali mengalami penguatan hari ini. “IHSG diperkirakan masih akan bergerak dengan kisaran perdagangan di level support 3.854 dan resistance 3.937,” imbuh Gina.