Rabu, 19 Juni 2013 | 18:59 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Spanyol Perparah Sentimen Yunani
Headline
Inilah.com
Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal - Senin, 28 Mei 2012 | 18:55 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – IHSG menguat tapi rupiah justru melemah tajam. Krisis perbankan di Spanyol memperparah sentimen negatif dari Yunani jelang pemilu parlemen 17 Juni 2012.

Analis senior Monex Investindo Futures Daru Wibisono mengatakan, pelemahan rupiah semakin dalam ke 9.400 seiring sentimen negatif yang terjadi secara estafet sejak pekan lalu. Menurutnya, sentimen buruk masih dipicu oleh faktor eksternal.

Pasalnya, kata Daru, krisis utang Eropa belum juga memudar. "Karena itu, rupiah ditutup pada level terlemahnya 9.400 dan 9.290 sebagai level terkuatnya dari posisi pembukaan 9.290 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (28/5/2012).

Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (28/5/2012) ditutup melemah tajam 110 poin (1,18%) ke 9.400/9.450 dari posisi akhir pekan lalu 9.290/9.300.

Pekan ini pun, lanjut Daru, masih dikhawatirkan meluasnya krisis utang Eropa. Terutama krisis perbankan di Spanyol. "Kondisi ini, menambah kecemasan pasar sebelumnya soal keluarnya Yunani dari 17 negara zona euro," ujarnya.

Ada juga kecemasan lain yang muncul yaitu adanya risiko serupa yang mungkin akan dihadapi beberapa negara Uni Eropa lainnya. "Selain mencemaskan Yunani juga pasar mencemaskan negara yang punya karakteristik krisis seperti Yunani yaitu Italia dan Portugal," paparnya.

Memang, Daru mengaku, bursa Eropa menguat sering hasil survei yang menunjukkan menangnya partai probailout pada pemilu parlemen yang bakal digelar 17 Juni 2012. "Tapi, ini sebenarnya belum pasti. Sebab, hingga 17 Juni masih banyak yang akan terjadi dalam proses gelar pendapat di Yunani," paparnya.

Apalagi, harga saham juga sudah jenuh jual sejak akhir pekan lalu. Karena itu, wajar kalau bursa saham rebound seiring bargain hunting pelaku pasar. "Karena itu, tekanan terhadap rupiah masih terjadi dari berbagai arah," ucapnya.

Selain faktor fundamental, di mana rupiah mendapat tekanan negatif dari faktor eksternal seiring pelemahan mata uang utama, juga karena ulah para spekulan. "Apalagi, pertemuan informal Uni Eropa gagal meberikan langkah konkrit," tuturnya.

Pada saat yang sama, lembaga pemeringkat Standard & Poor's (S&P) memangkas peringkat 5 bank di Spanyol. "Karena itu, sektor perbankan Spanyol turut berikan tekanan bagi euro sekaligus rupiah," paparnya.

Alhasil, dolar AS hanya menglami technical correction terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS turun tipis ke 82,06 dari sebelumnya 82,39. "Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan melemah ke US$1,2575 dari sebelumnya US$1,2519," imbuh Daru.

Dari bursa saham, Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, dengan penguatan sebesar 16,18 poin (0,41%) ke angka 3.918,685, IHSG memberikan sinyal penguatan. Hal ini merespon hasil jejak pendapat di Yunani yang dimenangkan oleh partai probailout.

Karena itu, lanjut dia, penguatan ini membuat pasar terdorong untuk kembali melakukan buy back saham yang sebelumnya dijual. Tapi, untuk posisi baru sebenarnya masih mencemaskan. “Sebab, bursa regional belum memberikan sinyal pembalikan arah. Tren regional masih turun,” imbuh Satrio.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.