INILAH.COM, Jakarta – Penutupan IHSG beri sinyal yang kuat sehingga jadi dorongan untuk buy back saham. Tapi, untuk posisi baru, regional belum beri sinyal reversal. Sinyal palsu jadi kecemasan.
Pada perdagangan Senin (28/5/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) berakhir menguat 16,11 atau 0,4% menjadi 3.918,69. Volume perdagangan mencapai 2,4 miliar saham senilai Rp2,9 triliun.
Investor asing masih dalam posisi net sell Rp427,02 miliar. Pada penutupan hari ini tercatat 127 saham menguat, 116 saham melemah dan 109 saham stagnan.
Indeks JII naik 1,7%, indeks ISSI naik 0,5% indeks saham unggulan LQ45
naik 2,7% dan IDX30 naik 1,1%. Sektor industri dasar memimpin penguatan hingga 9,7% disusul sektor infrastruktur naik 5,5%. Sedangkan sektor pertambangan turun hingga 10,2% disusul sektor konsumen turun 1,2%.
Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, penutupan IHSG menunjukkan pasar yang kuat. “Tapi, kalau lihat saham yang dibeli, dimana dominasi PT Telkom (TLKM)dan PT Bank Mandiri (BMRI)terlihat terasa, berarti yang jagain market ya itu-itu saja,” kata dia di Jakarta, Senin (28/5/2012).
Kebetulan, lanjut dia, Hang Seng Index (HSI) sore ini ditutup dengan signal positif.Dow Jones Future juga mengalami kenaikan. “Tapi, saya sih tidak mau terlalu agresif karena market AS nanti malam libur,” paparnya.
Positifnya indeks, kata dia, terjadi semata karenafaktor ‘hasil pooling’ Yunaniyang menunjukkan partai probailout memenangkan pemilu parlemen pada 17 Juni 2012.“Tidak ada berita ‘pasti’ yang jelas,” ucap dia.
Meski demikian, setidaknya Satrio melakukan buy back atas posisi yang sempat dilepasnya dalam satu-dua hari terakhir. “Belum adanya signal yang pasti dari regional (DJI belum reversal, masih trend turun), membuat saya enggan untuk mengambil posisi baru,” tuturnya.
Tapi, kalau semata buy back, sepertinya memang harus mulai dilakukan. “Takutnya, kalau signal bullish ini ternyata asli, sayang kalau sampai gak dapet barang,” imbuh Satrio Utomo.