INILAH.COM, Jakarta- Bursa saham domestik pada Senin (28/5/2012) diperkirakan akan dibayangi sentimen negatif eksternal. Namun, momentum ini bisa dimanfaatkan untuk bargain hunting.
Edwin Sebayang, analis MNC Securities mengatakan, akhir pekan lalu Indeks DJIA ditutup melemah 0,6%. Namun,perdagangan memiliki volume tipis jelang libur nasional Memorial Day di AS pada Senin.
“Investor mengantisipasi dengan mengambil untung di akhir pekan dengan kecenderungan selama satu pekan DJIA sudahmenguat 0,7%,”ujarnya kepada INILAH.COM.
Perkembangan positif di zona Euro dengan rencana penerbitan euro bond dan membaiknya data ekonomi AS, membuat tekanan turun pada komoditas mulai berkurang. Dolar ASmulai kembali stabil,setelah selama sepekan terus menguat terhadap mayoritas mata uang dunia karena kekhawatiran investor,yang akhirnya membuat safe haven asset dalam dolar ASmenjadi tempat pengalihan modal.
Sementara faktor eksternal masih akan mempengaruhi terus pergerakan pasar modal Indonesia karena perilaku investor domestik yang mudah panik, setiap kali isu negatifdari Eropa dan AS mengguncang pasar, apalagi jika sudah diiringi oleh pelemahan rupiah.
Padahal pelemahan rupiah pekan lalu tidak terlepas dari aksi spekulan yang memanfaatkan switching investor global ke aserdalam denominasi dolar AS. Jika melihat fundamental ekonomi dan kinerja emiten selama kuartal pertama, mestinya pelemahan rupiah hanya berdampak sementara dan marjinal (kecil)
Terkait hal ini, Yuganur Widjanarkodari HD Capital mengatakan, investor domestikdiharapkan tidak gampang panikdengan isukrisis Eropa dan konsekwensi dari upaya-upaya yang dilakukan pemerintah negara-negaraEropa, misalnya isu Yunani keluar dari Euro, downgrade rating utang bank negara Eropa,dll.
Namun bila terjadi koreksi pasar yang tak terhindarkan karena faktor-faktoreksternal tadi yang bisa saja mendorong IHSG turun di bawah 9200, momentum ini bisa dijadikan peluang untuk bargain hunting emiten bervaluasi premium (PER tinggi)
“IHSG akan berada di level support 3.800-3.680-3.550,dan resistance 3.975-4.050-4.150,”katanya.
Salah satu emiten pilihannya adalah Jasa Marga(JSMR).Emiten pemain jalan tol nusantara tunggal dengan PER 2012 tinggi(20x)ini,mempunyai bisnis yang relatif immune terhadap krisis dan permintaan pelanggan inelastis, tidak heran kalau secara technical masih dalam medium uptrend.“Rekomendasi beli dengan target harga Rp5.200,”ucapnya.
Kemudian Bank BCA(BCA) dengan target hargaRp7.250. Menurutnya, emiten perbankan swasta big capdengan PER 2012 termahal di sektor perbankan patut diperdagangkan di valuasi premium karena mempunyai net profit margin tertinggi atas loan portofolio yang dimiliki versus semua bank di sektornya.
United Tractors(UNTR)juga menarik dengan target harga Rp24.4000. Emiten yang bergelut di alat berat dan tambang batubara milik grup Astra ini, terkoreksi cukup tajam, namun masih menarik karena mempunyai net profit margin 2012 tertinggi di sektor batubara (25%) membuatnya patut diperdagangkan di valuasi PER 2012 premium (18x)
Emiten lain pilihan Yuga adalah Kawasan industri(KIJA).Koreksi di emiten properti yang bergelut di commercial industrial market dengan PER paling tinggi di sektornya setelah BKSL untuk menutup price gap di Rp,195,dapat digunakan sebagai kesempatan trading.“Investor bisa beli KIJA dengan target harga Rp210,”katanya.[nat]