INILAH.COM, Jakarta - Memburuknya suasana di Zona Euro dan makin melambatnya pertumbuhan ekonomi China membuat para pelaku pasar semakin tidak pede. Contohnya ketka mereka menyikapi penurunan indeks yang tajam Jumat (25/5) lalu.
Biasanya, investor maupun analis optimistis, saham-saham (unggulan) yang terkoreksi cukp dalam akan segera disusul oleh pembalikan arah di hari perdagangan berikutnya. Tapi kini, lantaran kurang pede, optimisme itu memudar.
“Saya tidak yakin saham-saham kelas satu yang kemarin melemah akan segera kembali pulih,” kata seorang analis pesimistis. Alasannya, aksi lepas barang yang terjadi pekan lalu, bukan semata-mata karena investor melakukan profit taking. “Mereka mengamankan dananya di dolar. Jadi belum tentu dibelikan saham lagi,”tuturnya.
Seperti diketahui, di ujung pekan lalu, IHSG anjlok hingga 2,07%. Itu disebabkan asing yang diikuti investor local melakukan aksi lepas barang. Termasuk menjual saham-saham ungulan seperti PT Astra Internasional (ASII), PT United Tractors (UNTR) dan PT Telkom (TLKM). Dampaknya, mudah ditebak, tiga saham jagoan itu pun terkoreksi cukup dalam.
Jika dihitung sejak awal pekan, ASII mengalami pelemahan 3,7% dan UNTR turun 1,03%. sementara TLKM melemah 8,2%. Fakta ini, jelas, membuat saham-saham tersebut semakin jauh di bawah harga wajarnya.
Seperti ditulis INILAH.COM di awal pekan, sesuai dengan kinerjanya yang kokoh, UNTR ditargetkan akan mencapai harga Rp34.500–37.500. Sehingga jika dibandingkan dengan harga yang terbentuk Jumat lalu (25/5) masih ada ruang penguatan sebesar Rp10.600–13.600. Sementara ruang penguatan TLKM berkisar antara Rp750–1.750. Dan potensi peningkatan harga ASII yang sepanjang minggu lalu melemah 3,7%, sebesar Rp10.550.
Menarik, memang. Namun seorang kepala riset mengingatkan agar investor tetap waspada. Sebab, kendati potensi penguatannya cukup tebal, belum tentu rebound terjadi minggu ini. Itu sebabnya, investor dianjurkan melakukan koleksi secara bertahap dan disiplin pada harga cut loss yang telah dipatok. “Sebaiknya main cepat saja,” katanya. [mdr]