INILAH.COM, Athena - Sebagian masyarakat Yunani percaya dengan keluarnya dari euro akan mendorong perekonomian negara, dengan penggunaan drachma lagi akan dapat menjadikan harga ekspor Yunani lebih murah.
Namun Presiden Athens Chamber of Commerce and Industry, Constantine Michalos mengatakan Yunani tidak punya cukup kekuatan melakukan langkah ekspor oriented demi meraih keuntungan dari mata uang.
Negara malah bisa kedodoran dengan melakukan impor dua kali lebih banyak dibanding ekspor. "Tanpa sokongan industri, ekonomi Yunani tidak akan mendapat keuntungan apa pun," ujar Michalos. Demikian mengutip marketwatch.com.
Menurutnya jika kemampuan produksi indutrinya saja sudah melemah termasuk kekacauan ekonomi maka turisme sebagai indutri utama Yunani sulit diundang datang. "Industri utama kita adalah turisme, namun dalam situasi chaos tentunya turis tidak akan kembali ke Yunani apalagi setelah Yunani kembali ke drachma, apakah itu bisa terwujud?"
Sementara untuk mendapat dana bailout internasional, Yunani harus memulai tahapan langkah ekonomi dan reformasi pasar seperti mereduksi sektor publik dan memangkas birokrasi. Analis Vangelis Agapitos mewanti-wanti jika Yunani keluar dari euro, maka modal untuk membawa Yunani pada reformasi tersebut akan lenyap dan ini akan melukai semangat kompetitif Yunani itu sendiri.