Rabu, 22 Mei 2013 | 23:09 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Inilah Daftar Top Foreign Sell, Jumat (25/5/2012)
Headline
inilah.com
Oleh: Wahid Ma'ruf
pasarmodal - Jumat, 25 Mei 2012 | 17:50 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) masih menjadi top foreign sell menapai 52,4 juta saham dari volume perdagangan 264,4 juta saham senilai Rp41,9 miliar.

Saham BSDE menjadi urutan kedua mencapai 52,04 juta saham dari volume perdagangan 94,8 juta saham. Urutan ketiga saham BKSL mencapai 33,5 juta saham dari volume 181,4 juta saham. Demikian mengutip data BEI, Jumat (25/5/2012).

Urutan keempat saham ASRI mencapai 27,9 juta saham dari volume perdagangan 68,1 juta saham. Untuk saham ADRO menjadi urutan kelima mencapai 19,6 juta saham dari volume 35,6 juta saham. Urutan keenam saham ELTY mencapai 17 juta saham dari volume perdagangan 120,5 juta saham. Urutan ketujuh saham PNLF mencapai 16,6 juta saham dari volume perdagangan 59,7 juta saham.

Sedangkan urutan kedelapan saham SIMP mencapai 16,04 juta saham dari volume perdagangan 18 juta saham. Urutan kesembilan saham BBCA mencapai 12,1 juta saham dari volume perdagangan 31,8 juta saham. Untuk saham BUMI menjadi urutan kesepuluh mencapai 11,9 juta saham dari volume 53,2 juta saham.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.