INILAH.COM, Jakarta – Jika IHSG menembus resistance 3.992 hari ini, pertanda rebound ke 4.050-4.125 pekan depan. Jika itu yang terjadi, fokuslah pada saham-saham di sektor komoditas.
Pada sesi pertama perdagangan Jumat (25/5/2012), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) ditutup melemah 92,24 poin (2,31%) ke level 3.892,637. Begitu juga indeks saham unggulan LQ45
yang turun 18,02 poin (2,67%) ke angka 656,08.
Laju indeks siang ini cukup ramai, didukung oleh volume transaksi yang tercatat mencapai 1,4 miliar lembar saham di pasar reguler dan total mencapai 5,5 miliar. Sementara itu, nilai transaksi mencapai Rp1,7 triliun di pasar regular dari total Rp2,06 triliun dan frekuensi 66.074 kali. Hanya 23 saham menguat, sedangkan 251 saham melemah dan 48 saham stagnan
Pelemahan indeks, juga diwarnai aksi jual dari investor asing yang mencatatkan transaksi nilai jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp386,6 miliar. Rinciannya, transaksi beli mencapai Rp773,6 miliar sedangkan transaksi jual sebesar Rp1,16 triliun.
Semua sektor saham kompak mendukung pelemahan indeks. Saham sektor industri dasar memimpin pelemahan 3,56%, disusul sektor keuangan 2,81%, infrastruktur 2,42%, properti 2,40%, aneka industri 2,24%, perdagangan 2,12%, manufaktur 2,02%, pertambangan 1,66%, konsumsi 0,94%, dan perkebunan 0,88%.
Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, setidaknya sudah tiga hari terakhir, indeks dari bursa regional dan juga IHSG, terlihat hanya bergerak mendatar, menyikapi semua berita negatif yang ada. “Kondisi ini telah memancing pemodal yang tidak sabar untuk melakukan bottom fishing,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (25/5/2012).
Mereka lanjut Satrio, melakukan pembelian spekulatif dengan berharap bahwa IHSG telah mencapai level terendahnyaseperti apa yang terjadi kemarin sore. “Sebab, posisi harga saham sebenarnya sudah terkoreksi cukup banyak dalam dua pekan terakhir,” ujarnya.
Hanya saja, kata dia, meski naik 0,27%, posisi penutupan dariDow Jones Industrial Average (DJIA) semalam sebenarnya belum memberikan signal positif. Pasalnya, belum mampu tutup diatas resistancepertama.
Akan tetapi,menurut Satrio, jika IHSG mampu menembus resistancepertama 3.992 hari ini, akan menjadi signal positif. “Ini pertanda peluang untuk terjadinya rebound terbatas ke kisaran 4.050-4.125 untuk pekan depan,” paparnya.
Alhasil, Satrio menegaskan, jika terdapat penembusan resistancepada IHSG, posisi Speculative Buy sebaiknya berfokus pada saham-saham komoditas. Terutama, PT Astra Agro Lestari (AALI), PT Indo Tambang Raya (ITMG), PT United Tractor (UNTR), PT Bukit Asam (PTBA), PT Bumi Resources (BUMI), PT Indika Energy (INDY), PT Vale Indonesia (INCO),dan PT Aneka Tambang (ANTM). “Sebab, saham-saham itulah yang telah terkoreksi cukup dalam pada beberapa waktu terakhir,” imbuh Satrio.
Analis dari Equator Securities Gina Novrina Nasution mengatakan, bursa Eropa mengalami penguatan. Begitu juga Wall Street karena adanya komitmen para pemimpin Uni Eropa untuk mempertahankan Yunani di zona euro.
Hal tersebut, lanjut Gina, menjadi sentimen positif untuk pergerakan bursa global. Kabar lain datang dari pernyataan Perdana Menteri Italia Mario Monti. Dia menyatakan keyakinannya Yunani bertahan di zona euro.
Sentimen positif lain muncul dari data Initial Jobless Claim dan Continuing Jobless di AS yang menurun. Semua itu, menambah sentimen positif sehingga Dow Jones ditutup menguat 33,60 poin (0,3%) menjadi 12.529,75.
Pagi tadi, kata Gina, bursa regional dibuka mengalami penguatan terbatas. Dengan sentimen sesaat dari bursa Global dan Regional, menurutnya, dapat membuat IHSG pada perdagangan hari ini mengalami penguatan terbatas.
Menurutnya, kisaran perdagangan IHSG hari ini di level support 3.941 dan resistance 4.003. Saham-saham yang bisa diperhatikan hari ini antara lain, PT Unilever Indonesia (UNVR), PT Indofood Sukses Makmur (INDF), ITMG, PTBA, AALI dan PT Harum Energy (HRUM) .