INILAH.COM, Jakarta – Jika bursa regional positif, IHSG diprediksi melanjutkan penguatannya. Begitu juga sebaliknya. Apalagi, penguatan kemarin dinilai terlalu tinggi. Empat sektor saham layak diburu.
Pada perdagangan Selasa (22/5/2012), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) ditutup menguat 80,992 poin (2,06%) ke angka 4.021,1 dengan intraday tertinggi 4.024,385 dan terendah 3.965,169. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45
yang naik 14,17 poin (2,13%) ke posisi 679,193.
Analis Sekuritas Ekokapital Cece Ridwanullah menilai terlalu tinggi kenaikan IHSG kemarin di atas 2%. Secara teknikal, menurut dia, kenaikan tersebut sudah melewati resistance 3.960, bahkan menembus resistance psikologis 4.000.
Memang, lanjut Cece, bursa Eropa mengalami kenaikan, tapi masih dalam kisaran 0,7% hingga 1%. Begitu juga dengan Hang Seng Index (HSI) yang naik 91 poin dan Nikkei 83 poin. “Artinya, penguatan bursa regional tidak terlalu tinggi alias biasa-biasa saja,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (22/5/2012).
Cece menengarai, pasar mungkin melihat, pelemahan IHSG Senin (21/5/2012) terlalu tajam dibandingkan dengan pelemahan bursa regional. “Tapi, sebenarnya penurunan IHSG awal pekan ini merupakan hal wajar. Sebab, Bursa Efek Indonesia (BEI) libur saat beberapa bursa regional mengalami penurunan sehingga pada awal pekan indeks mendiskon koreksi tersebut,” ujarnya.
Meski begitu, penguatan indeks kemarin dipicu oleh sentimen positif dari kenaikan Dow Jones Industrial Average (DJIA) di atas 1% dan Nasdaq di atas 2%. “Kondisi itu memacu kepercayaan investor setelah IHSG mengalami jenuh jual (oversold) terutama pada saham-saham bluechip,” papar dia.
Pasar juga, lanjut dia, mendapat sentiment positif dari negara-negara industri maju yang tergabung dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G8 akhir pekan lalu. Mereka berkomitmen untuk menyelesaikan krisis utang Yunani dan akan mengupayakan, Yunani untuk tetap bertahan di zona euro.
Semua itu, diperkuat oleh positifnya data indeks manufaktur di AS yang mengalami kenaikan untuk April 2012. “Karena itu, investor yang sudah menjual saham mereka, kembali melakukan buy back pada perdagangan kemarin sehingga IHSG menguat di atas 2%,” papar Cece.
Karena itu, meski secara teknikal, penguatan indeks terlalu tinggi kemarin, jika bursa AS menguat dan bursa Eropa dibuka menguat hari ini, IHSG akan melanjutkan penguatan. “Support IHSG berada di level 4.000-3.960 dan resistance 4.055,” tuturnya.
Tapi, menurut dia, perlu digarisbawahi adalah jika indeks regional naik, IHSG juga akan naik. “Jika sebaliknya, IHSG juga akan melemah akibat aksi profit taking karena kenaikan kemarin terlalu tinggi,” kata Cece dengan nada mewanti-wanti.
Di atas semua itu, Cece merekomendasikan positif saham-saham di sektor properti, pertambangan batu bara, infrastruktur jalan tol, dan perbankan.
Saham-saham pilihannya adalah PT Bumi Serpong Damai (BSDE), PT Summarecon Agung (SMRA), PT Ciputra Development (CTRA), PT Ciputra Property (CTRP), PT Agung Podomoro Land (APLN).
PT Indo Tambang Raya (ITMG), PT Adaro Energy (ADRO), PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP),dan PT Jasa Marga (JSMR). Terakhir, PT Bank Mandiri (BMRI) yang jadi perburuan investor asing. “Saya rekomendasikan buy on support saham-saham tersebut,” imbuh Cece.