INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah terhadap dolar AS pada kontrak harga emas di London, Rabu (23/5/2012) diprediksi menguat. Momentum jelang KTT Uni Eropa, data perumahan AS, dan faktor teknikal menjadi katalisnya.
Analis senior Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, potensi penguatan rupiah hari ini, salah satunya karena faktor teknikal. Dari sisi ini menurut dia, posisi rupiah saat ini sudah jenuh jual sehingga berpotensi mengalami technical rebound.
Di sisi lain, pasar juga berekspektasi positif pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Uni Eropa pada Rabu (23/5/2012) ini. "Karena itu, rupiah cenderung menguat pada kisaran 9.265 hingga 9.330 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM.
KTT tersebut, lanjut Christian, akan dihadiri oleh para petinggi kawasan tersebut, mulai dari Presiden, otoritas Bank Sentral hingga para menteri keuangan Uni Eropa yang tergabung dalam Euro Group.
Salah satu agenda dari KTT itu, kata Christian, adalah mencari strategi untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi kawasan tersebut. "Salah satu bentuknya adalah penerbitan obligasi bersama yang disebut eurobond," timpalnya.
Juga, kata dia, akan dibahas soal Yunani yang kemungkinan dipertahankan dalam keanggotaannya di Uni Eropa. "Meskipun pasar akan sulit mendapatkan detil cara agar Yunani tidak keluar dari zona euro. Ini mungkin disikapi sebagian pelaku pasar dengan wait and see karena ditakutkan KTT Uni Eropa itu tidak menghasil keputusan sesuai ekspektasi," papar dia.
Tapi, kecenderung rupiah tetap menguat. Apalagi sentimen risk appetite (hasrat pasar pada aset-aset berisiko) bangkit setelah data sektor perumahan AS yang dirilis semalam angkanya sudah diprediksikan positif. "Tingkat New Homes Sales AS sudah diprediksi naik jadi 4,55 juta dari sebelumnya 4,48 juta," ujarnya.
Asal tahu saja, kurs rupiah terhadap dolar AS
pada kontrak harga emas di London, Selasa (22/5/2012) ditutup menguat 58 poin (0,62%) ke angka 9.291/9.301.