Rabu, 22 Mei 2013 | 12:07 WIB
Follow Us: Facebook twitter
CEO Jetstar Bruce Buchanan Undurkan Diri
Headline
CEO Jetstar Bruce Buchanan - english.alrroya.com
Oleh:
pasarmodal - Selasa, 22 Mei 2012 | 14:58 WIB

INILAH.COM, Sydney - Bruce Buchanan, kepala maskapai berbiaya rendah,Jetstar, milik Qantas Airways Ltd, memutuskan untuk mundur dari jabatannya dan akan digantikan oleh kepala strategi Qantas Jayne Hrdlicka.

Demikian ungkap maskapai ini Selasa (22/5/2012). Maskapai berbendera Australia ini juga mengumumkan restrukturisasi manajemen, termasuk membagi divisi penerbangan domestik dan internasional Qantas menjadi dua unit bisnis. Masing-masing akan dikepalai oleh Simon Hickey dan Lyell Strambi.

Buchanan tetap bertahan di Jetstar hingga enam bulan ke depan untuk membantu transisi Hrdlicka. Ia juga akan memberi jasa konsultasi untuk Qantas selama 18 bulan.

"Buchanan telah memutuskan untuk meninggalkan perusahaan dan mencari peluang baru, setelah sembilan tahun bersama Grup Qantas," kata Qantas dalam sebuah pernyataan.

"Ini termasuk bekerja sama dengan perusahaan Australia lainnya yang berekspansi ke pasar Asia, seperti yang telah dilakukannya dengan Jetstar.”

Adapun Buchanan telah lama disebut-sebut sebagai pengganti potensial Chief Executive Qantas Alan Joyce. [ast]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.