INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah terhadap dolar AS pada kontrak harga emas di London, Selasa (22/5/2012 diprediksi konsolidasi. Pasar fokus pada pemilu Yunani, pasar obligasi Jerman, stimulus China dan data-data ekonomi Eropa.
Analis senior Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, potensi konsolidasinya rupiah hari ini salah satunya karena isu dari Eropa masih jadi sentimen yang negatif bagi rupiah. Menurutnya, pasar masih fokus pada pemilu parlemen ulang Yunani pada 17 Juni 2012 setelah pemenang hasil pemilu pertama gagal mencapai suara terbanyak dan gagal membangun koalisi pemerintahan.
Di sisi lain, lanjutnya, pasar masih memiliki harapan adanya stimulus yang akan diberikan China. Jika China benar-benar merealisasikan stimulusnya, berpotensi memperkuat rupiah kembali. "Stimulus China kemungkinan berupa kebijakan fiskal dalam waktu dekat," katanya kepada INILAH.COM.
Tapi, kata dia, rupiah kemungkinan masih dalam fase konsolodasi karena minimnya data ekonomi yang dirilis dan ditunggu pasar untuk hari ini. "Rupiah berpeluang terkonsolidasi pada area 9.366-9.325 per dolar AS," ujarnya.
Apalagi, pasar juga masih ingin melihat kondisi pasar obligasi terutama Jerman yang yield obligasinya sudah menyentuh rekor terendah. Kondisi ini menandakan adanya peralihan dana dari aset-aset beriko ke aset yang risikonya lebih rendah akibat krisis perbankan Spanyol dan ketidakpastian Yunani. Yield obligasi Jerman untuk tenor 10 tahun sekarang di 1,457% dari sebelumnya 1,61%.
Lalu, sepanjang pekan ini pasar juga akan mencermati sentimen dari data yang jadi fokus di Eropa. Antara lain, awal pekan ini consumer confidence indeks untuk kawasan Eropa yang angkanya sudah diperkirakan masih mendekati titik terendah dua tahun akibat tingginya tingkat pengangguran dan inflasi.
Jerman juga akan merilis data retail Sales pada Kamis (24/5/2012). Terakhir, akan dirilis juga indeks manufaktur di zona euro untuk bulan Mei 2012 pada hari yang sama (Kamis) dan angkanya sudah diperkirakan mengalami kenaikan dari titik terendahnya pada April 2012.
Asal tahu saja, kurs rupiah terhadap dolar AS
pada kontrak harga emas di London, Senin (21/5/2012) ditutup melemah 4 poin (0,04%) ke angka 9.349/9.359.