INILAH.COM, Jakarta - Saatnya membeli. Demikian saran yang disampaikan sejumlah analis tatkala melihat indeks harga saham gabungan terperosok cukup dalam.
Seperti diketahui, dalam waktu tiga hari pertama pekan ini, IHSG terkoreksi hingga 3,25%. Hampir seluruh saham di kelas satu maupun second liner berguguran. Tapi, hati-hati, jangan terburu-buru melakukan koleksi kendati sudah banyak efek yang berharga murah. Soalnya, banyak yang memperkirakan, sentimen negatif dari Eropa, terutama khususnya Yunani masih akan bertiup kencang.
Maklum, banyak yang pesimistis, gonjang-ganjing yang melanda Yunani akan berlangsung lama. Betul, 17 Juni depan (kalau jadi) negeri para dewa itu akan menyelenggarakan pemilu ulangan, tapi itu bukan berarti masalah menjadi terpecahkan. Para pengamat ekonomi politik dunia menduga, pemilu itu pun tak akan mengubah apa-apa.
Walhasil, mereka meyakini, Yunani akhirnya akan ditinggalkan oleh para krediturnya, lantas kehabisan dana dan bangkrut. Makanya, para investor dianjurkan untuk wait and see. “Untuk sementara ini, lebih aman memegang uang kontan dari pada saham,” kata seorang kepala riset sekuritas asing.
Tapi, bagi pemodal yang punya nyali dan ingin mencoba peruntungan, disarankan untuk bermain cepat. Dan yang tak kalah pengting, berkonsentrasilah pada saham-saham unggulan yang memiliki likuiditas tinggi.
Di sektor perbankan misalnya, saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) sudah masuk ke area layak beli, sebab dalam tiga hari perdagangan kemarin sudah turun 6,97%. Padahal, menurut perhitungan sejumlah sekuritas, saham ini memiliki harga wajar Rp8.300.
Saham unggulan lain yang juga mendapat rekomendasi kuat adalah PT Telkom (TLKM). Kebetulan, saat ini, harga efek raja telekomunikasi tersebut sudah berada di titik support-nya yakni Rp7.900. Dan kalau tak ada kabar buruk, Gina Novrina Nasution, analis dari Equator Securities memperkirakan bulan ini TLKM akan bergerak menuju Rp8.700.
Itulah dua saham yang mendapat rekomendasi beli. Tapi, investor tetap diwajibkan ekstra waspada dan memasang batas yang pasti untuk cut loss. “Sebab, kondisi eksternal sangat sulit ditebak,” kata sang kepala riset. Pesan lainnya yang tak kalah penting, jangan serakah. Segera lepas setelah ada keuntngan 3–4%. [mdr]