Kamis, 20 Juni 2013 | 10:19 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Purwoko Sartono
Pasar Tak Tahu Separah Apa Pengaruh Krisis Yunani
Headline
Purwoko Sartono - IST
Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal - Senin, 21 Mei 2012 | 03:00 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – Tekanan negatif pada IHSG dari sentimen krisis utang Yunani diprediksi akan berlangsung lama. Sebab, pasar tak tahu seberapa parah pengaruh Yunani pada IHSG.

Menurut analis Panin Securities Purwoko Sartono, susah bagi pasar untuk menetapkan apakah sentimen Yunani sudah terdiskon sepenuhnya atau tidak. Memang, faktor Yunani merupakan sentimen lama sehingga pasar seharusnya sudah mengantisipasinya. Tapi, pada kenyataannya, pasar tidak tahu seberapa parah pengaruh krisis Yunani.

Menurut dia, belum ada orang yang menakar dampak jika Yunani keluar dari keanggotaannya di Uni Eropa. Pasar juga tidak tahu bakal seperti apa nasib perusahaan-perusahaan finansial di Eropa yang memiliki eksposur pada obligasi Yunani. “Artinya, yang bermasalah bukan hanya Yunani melainkan negara-negara Uni Eropa lainnya,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Rabu (16/5/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup melemah 65,15 poin (1,61%) ke angka 3.980,496 dengan intraday tertinggi 4.007,146 dan terlemahnya 3.926,389. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45 yang tutun 11,28 poin (1,64%) ke posisi 675,026.Berikut ini wawancara lengkapnya:

IHSG melemah ke 3.980. Setelah libur panjang, bagaimana Anda melihat arahnya dalam sepekan ke depan?

Saya perkirakan ada peluang technical rebound sesaat bagi IHSG. Tapi, indeks belum berikan sinyal pembalikan arah (reversal) dari melemah menjadi menguat. Karena itu, kalaupun terjadi rebound dalam sepekan depan, hanya sesaat untuk kemudian terkoreksi kembali.

Level support dan resistance-nya?

Dalam sepekan ke depan, support IHSG pada 3.900 dan resistance 4.050 dengan kecenderungan melemah. Secara teknikal, jika mampu bertahan di atas 3.950 dalam sepekan ke depan , IHSG bisa kembali menguat dan menguji resistance 4.050-4.100. Tapi, jika level 3.950 ditembus ke bawah, indeks berpeluang melemah terlebih dahulu ke 3.850.

Untuk balik arah ke tren penguatan, butuh konfirmasi dari indaktor IHSG. Sejauh ini sih, belum ada indikator yang menunjukkan pembalikan arah menguat.

Faktor-faktor apa saja yang jadi tekanan negatif bagi IHSG dalam sepekan ke depan?

Pasar masih mendapatkan tekanan negatif dari faktor Eropa dan perlambatan ekonomi China. Pasar masih mencemaskan peluang terusirnya Yunani dari Uni Eropa. Tekanan negatif ini sangat mungkin terjadi hingga pemilu ulang Yunani pada Juni 2012.

Kapan faktor Yunani kemungkinan telah sepenuhnya terdiskon, sehingga sentimen negatifnya tak lagi berpengaruh pada indeks?

Memang, faktor Yunani merupakan sentimen lama sehingga pasar seharusnya sudah mengantisipasinya. Tapi, pada kenyataannya, pasar tidak tahu seberapa parah pengaruh krisis Yunani. Karena itu, tidak jelas ukuran kapan sudah terserap tidaknya sentimen Yunani oleh pasar.

Belum ada orang yang menakar dampak jika Yunani keluar dari keanggotaannya di Uni Eropa. Pasar juga tidak tahu bakal seperti apa nasib perusahaan-perusahaan finansial di Eropa yang memiliki eksposur pada obligasi Yunani. Artinya, yang bermasalah bukan hanya Yunani melainkan negara-negara Uni Eropa lainnya.

Masalahnya, kebijakan ekonomi Uni Eropa itu satu atau sama. Tapi, kebijakan dan tujuan politiknya berbeda-beda sehingga penyelesaian krisis utang juga tidak bisa instan. Pasalnya, setiap negara di Uni Eropa, punya kepentingan politik masing-masing.

Bagaimana dengan sentiment dari China?

Sementara itu, dari China, pasar masih mendapat sentimen negatif dari sinyal perlambatan ekonomi China yang merupakan ekonomi terbesar kedua di dunia dengan persentase Produk Domestik Bruto (PDB) tertinggi di dunia. Sinyal perlambatan semakin kencang setelah Giro Wajib Minimum (GWM) negeri Tirai Bambu itu diturunkan sebesar 50 basis poin ke angka 20%.

Data-data China terakhir juga menunjukkan perlambatan. Antara lain, data kucuran pinjaman perbankan China yang turun ke 681,8 miliar yuan dari sebelumnya 1 triliun yuan. Begitu juga dengan data Foreign Direct Investment (FDI) China yang masih minus jadi -2,38% pada April 2012 dari bulan sebelumnya -2,8%.

Selain faktor Yunani dan China?

Dilihat dari kecenderungannya, dalam beberapa tahun terakhir, selama periode April-Juli, IHSG melemah. Baru pada Agustus seiring momentum puasa dan lebaran, aktivitas ekonomi meningkat sehingga berimbas positif ke bursa saham.

Karena itu, pada Agustus, sedikit banyak, bisa diharapkan indeks bisa naik atau tidak terlalu melemah. Tapi, tekanan negatif ini bukanlah siklus, hanya kecenderungannya melemah. Sebab, kemungkinan adanya kejadian-kejadian dalam beberapa tahun terakhir yang membuat IHSG melemah pada periode April-Juli. Tapi, menurut saya, sentimen negatifnya yang jelas sepertinya datang dari Eropa juga yang sudah bergulir dalam beberapa tahun terakhir.

Bagaimana dengan faktor domestik?

Dari sudut pandang ekonomi Indonesia dengan PDB 6,3% pada kuartal I-2012, IHSG sebenarnya masih atraktif sebagai tempat investasi. Masalahnya, bursa saham Indonesia sangat tergantung pada investor asing yang negaranya sedang terkena krisis. Memang, dari sisi nilai transaksi, investor domestik atau ritel sudah mulai meningkat kontribusinya. Tapi, bagaimanapun juga, investor asing yang menentukan arah pergerakan IHSG.

Sepanjang pekan lalu dan pekan sebelumnya investor asing selalu dalam posisi aksi jual bersih (net foreign sell). Artinya, terjadi capital outflow. Pada perdagangan Rabu (16/5/2012) net sell asing mencapai Rp718 miliar. Karena itu, tanpa investor asing, susah bagi IHSG untuk bergerak naik.

Bagaimana dengan sentimen dari AS?

Dari sisi sentimen AS sendiri, sebenarnya menurut lebih netral karena pasar lebih fokus pada perkembangan politik di Yunani. Namun demikian, setelah libur panjang pasar biasanya berpatokan pada bursa saham yang masih buka saat Bursa Efek Indonesia (BEI) libur. Jika bursa tersebut positif, IHSG pun akan menyesuaikan. Begitu juga sebaliknya. Patokan ini juga cukup penting bagi pergerakan indeks terutama untuk awal pekan ini.

Saham-saham pilihan Anda?

Saya rekomendasikan beberapa saham bluechip untuk awal pekan ini, bukan sepekan ke depan. Saham-saham pilihan adalah PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Semen Gresik (SMGR), PT Indo Tambang Raya (ITMG), dan PT AKR Corporindo (AKRA).

Strategi trading pada saham-saham tersebut?

Pasar sudah bisa melakukan strategi buy on weakness pada saham-saham itu. Tapi, jika IHSG masih terus melanjutkan pelemahan, harus segera jual kembali pada saham-saham tersebut. Sebab, kalaupun IHSG rebound, dalam sepekan depan, hanya rebound sesaat yang justru bisa dimanfaatkan orang untuk mengurangi portofolio mereka. Sentimen negatif dari Eropa kelihatannya bakal lama.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.