INILAH.COM, Hongkong - Bursa saham Asia bergerak mixed antara keuntungan dan kerugian pada perdagangan saham Kamis (17/5/2012). Hal itu dipicu estimasi pertumbuhan ekonomi Jepang lebih cepat dan optimisme Federal Reserve untuk meransang ekonomi Amerika Serikat agar mengimbangi kekhawatiran krisis utang Yunani yang memburuk.
Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,4% menjadi 114,77 pada pukul 12.36 waktu Tokyo, setelah turun sebanyak 0,2%. Kekhawatiran tentang krisis Eropa mendorong
indeks MSCI Asia Pacific turun pada enam hari terakhir hingga ke level terendah.
Indeks Nikkei 225 Jepang berayun antara keuntungan dan kerugian setelah kantor Kabinet Jepang melaporkan pertumbuhan ekonomi Jepang tumbuh 4,1% pada kuartal pertama 2012 melebihi perkiraan ekonomi sekitar 3,5%.
Selain itu, indeks Australia S&P turun 0,5% dan indeks Kospi Korea Selatan naik 0,3% dan indeks Hang Seng naik 0,5%. Indeks Singapura Strait Times naik 0,5% setelah laporan pemerinta menunjukkan gross domestic product (GDP) naik 10% hingga kuartal pertama 2012.
"Ketidakpastian di Yunani tampaknya cenderung membatasi pasar modal untuk beberapa minggu. Kami akan melihat kembali pada titik ini sebagai kesempatan membeli luar biasa bahkan jila peristiwa akhirnya Yunani dikeluarkan dari zona Euro," ujar Head of Global Equity Strategy Nomura Holdings Michael Kurtz, seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (16/5/2012).
Sementara itu, Chief Fund Manager Resona Bank Ltd di Tokyo Koji Toda menuturkan, pertumbuhan ekonomi yang kuat di Asia mungkin tidak berarti banyak jika situasi di Eropa terus memburuk.
Sisi lain The Fed memberikan sinyal ke pasar bahwa tidak perlu panik dengan meyakinkan The Fed akan melakukan sesuatu sebelum segala sesuatunya menjadi benar-benar buruk.
Adapun saham yang terpengaruh dengan kondisi Eropa yaitu saham Canon Inc turun 1,6% di bursa saham Yokto. Saham Tol Holdings Ltd turun 7,8% di Sydney. Sementara itu saham Li&Fung Ltd naik 1,6% dan saham Korea Gas Corp naik 6% di Seoul.