Jumat, 24 Mei 2013 | 19:31 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Pasar Diskon Yunani, Rupiah Tersungkur ke 9.393
Headline
inilah.com/Agus Priatna
Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal - Rabu, 16 Mei 2012 | 17:20 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah terhadap dolar AS pada kontrak indeks harga emas di London, Rabu (16/5/2012) ditutup melemah tipis 4 poin (0,04%) ke angka 9.239/9.249 dari posisi kemarin 9.235/9.245.

Analis senior Monex Investindo Futures Albertus Christian menilai, pelemahan rupiah jelang libur panjang pekan ini lebih dipicu oleh faktor spekulatif dari pasar. Sebab, dolar AS cenderung menguat seiring pasar yang mendiskon kondisi peluang keluarnya Yunani dari Uni Eropa.

Padahal, kata Christian, keluarnya Yunani dari UE bersifat belum pasti. Pasalnya, pasar masih harus menunggu hasil pemilu ulang pada Juni 2012. "Karena itu, sepanjang perdagangan rupiah melemah tajam ke 9.393 per dolar AS dan ditutup pada level terkuatnya hari ini di 9.239,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (16/5/2012).

Setelah pemilu, lanjut Christian, Yunani juga akan di-review oleh Troika yakni delegasi inspeksi dari European Central Bank (ECB), Komisi Uni Eropa dan International Monetary Fund (IMF). "Karena itu banyak unsur spekulatif yang jadi tekanan bagi rupiah," timpalnya.

Dia menegaskan, pasar khawatir, krisis politik di Yunani menyebar juga ke krisis politik di Spanyol, Italia dan Portugal. "Selain faktor Yunani, rupiah juga mendapat tekanan negatif dari perkembangan sentimen perlambatan ekonomi China," ujar Christian.

Terutama, kata dia, setelah data pertumbuhan pinjaman (kredit) perbankan China yang menunjukkan angka merosot sehingga memicu pelemahan pada bursa-bursa saham di regional Asia. Kucuran pinjaman perbankan China turun ke 681,8 miliar yuan dari sebelumnya 1 triliun yuan.

Begitu juga dengan data Foreign Direct Investment (FDI) China yang masih minus jadi -2,38% pada April 2012 dari bulan sebelumnya -2,8%. "Karena itu, sebagian mata uang emerging market tertekan mulai dari won Korea yang turun 3,5% sejak awal hingga pertengahan Mei ini. Begitu juga dengan mata uang Asia lainnya termasuk rupiah," ucap dia.

Namun demikian, lanjut Christian, rupiah berhasil bangkit dari level terlemahnya 9.393, seiring intervensi dari Bank Indonesia. "Sejak kemarin, BI mempertahankan rupiah pada kisaran level 9.285-9.275 sehingga susah untuk tutup di atas 9.300 per dolar AS," tutur Christian.

Alhasil, dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS menguat 0,34% ke 81,66 dari sebelumnya 81,42. "Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan menguat ke US$1,2700 dari sebelumnya US$,2734 per euro," imbuh Christian.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.