INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (15/5/2012) ditutup menguat 10 poin (0,10%) ke angka 9.235/9.245 dari posisi kemarin 9.245/9.255.
Analis senior Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, penguatan rupiah hari ini lebih dipicu oleh intervensi dari Bank Indonesia (BI). Pasalnya, bank asing terus menerus melakukan spekulasi beli pada dolar AS sehingga jadi tekanan negatif bagi rupiah.
Menurut Christian, terpantau bank sentral mengintervensi pergerakan rupiah hari ini pada kisaran level 9.270-9.285. BI berusaha untuk membatasi pelemahan rupiah agar tidak tembus 9.285. "Karena itu, rupiah ditutup pada level terkuatnya 9.235 setelah sempat melemah ke 9.298 per dolar AS dari posisi pembukaan 9.248,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (15/5/2012).
Lebih jauh dia menjelaskan, sentimen di pasar sebenarnya belum mengalami perubahan berarti. Sentimen negatif masih datang dari Yunani yang gagal membangun koalisi dan kekhawatiran pasar atas peluang terusirnya negeri para dewa itu dari Uni Eropa.
Karena itu, Christian menegaskan, sentimen pasar masih negatif meskipun data pertumbuhan ekonomi Jerman untuk kuartal I-2012 menunjukkan perbaikan ke +0,5% dari kuartal sebelumnya -0,2%. "Kenaikan ini merupakan lima kali lipat di atas ekspektasi pasar +0,1%," timpal Christian.
Tapi, dia menggarisbawahi, meski angka ini jauh di atas ekspektasi, pasar sebenarnya tidak terkejut. Sebab, Jerman memang akan positif tapi pasar masih mencemaskan negara-negara Eropa yang lain seperti Spanyol dan Yunani. "Kedua negara ini, dilihat pasar sebagai bom waktu yang kapan saja bisa meledak," tandasnya.
Karena itu, pasar melihat tidak adanya kejutan yang berarti dari data PDB Jerman. "Jadi, positifnya pertumbuhan Jerman tidak berpengaruh pada mood pasar yang masih fokus pada kecemasan yang lebih besar," ucap dia.
Alhasil, dolar AS melemah tipis terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). "Pelemahan dolar AS semata faktor technical correction setelah indeks dolar AS menguat dalam sebelas sesi berturut-turut," paparnya.
Indeks dolar AS turun ke 80,7 dari sebelumnya 80,86. "Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan melemah ke US$1,2846 dari sebelumnya US$1,2826 per euro," imbuh Christian.