Rabu, 19 Juni 2013 | 06:25 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Bank Asing Jual Rupiah, BI Intervensi
Headline
Inilah.com
Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal - Selasa, 15 Mei 2012 | 17:15 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (15/5/2012) ditutup menguat 10 poin (0,10%) ke angka 9.235/9.245 dari posisi kemarin 9.245/9.255.

Analis senior Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, penguatan rupiah hari ini lebih dipicu oleh intervensi dari Bank Indonesia (BI). Pasalnya, bank asing terus menerus melakukan spekulasi beli pada dolar AS sehingga jadi tekanan negatif bagi rupiah.

Menurut Christian, terpantau bank sentral mengintervensi pergerakan rupiah hari ini pada kisaran level 9.270-9.285. BI berusaha untuk membatasi pelemahan rupiah agar tidak tembus 9.285. "Karena itu, rupiah ditutup pada level terkuatnya 9.235 setelah sempat melemah ke 9.298 per dolar AS dari posisi pembukaan 9.248,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (15/5/2012).

Lebih jauh dia menjelaskan, sentimen di pasar sebenarnya belum mengalami perubahan berarti. Sentimen negatif masih datang dari Yunani yang gagal membangun koalisi dan kekhawatiran pasar atas peluang terusirnya negeri para dewa itu dari Uni Eropa.

Karena itu, Christian menegaskan, sentimen pasar masih negatif meskipun data pertumbuhan ekonomi Jerman untuk kuartal I-2012 menunjukkan perbaikan ke +0,5% dari kuartal sebelumnya -0,2%. "Kenaikan ini merupakan lima kali lipat di atas ekspektasi pasar +0,1%," timpal Christian.

Tapi, dia menggarisbawahi, meski angka ini jauh di atas ekspektasi, pasar sebenarnya tidak terkejut. Sebab, Jerman memang akan positif tapi pasar masih mencemaskan negara-negara Eropa yang lain seperti Spanyol dan Yunani. "Kedua negara ini, dilihat pasar sebagai bom waktu yang kapan saja bisa meledak," tandasnya.

Karena itu, pasar melihat tidak adanya kejutan yang berarti dari data PDB Jerman. "Jadi, positifnya pertumbuhan Jerman tidak berpengaruh pada mood pasar yang masih fokus pada kecemasan yang lebih besar," ucap dia.

Alhasil, dolar AS melemah tipis terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). "Pelemahan dolar AS semata faktor technical correction setelah indeks dolar AS menguat dalam sebelas sesi berturut-turut," paparnya.

Indeks dolar AS turun ke 80,7 dari sebelumnya 80,86. "Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan melemah ke US$1,2846 dari sebelumnya US$1,2826 per euro," imbuh Christian.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.