INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham Indonesia pada Senin (14/5/2012) diperkirakan akan melemah. Beberapa emiten masih menarik untuk trading buy.
Analis memperkirakan IHSG hari ini masih akan lanjutkan pergerakan flatnya dengan kecenderungan melemah. Hal ini melihat kondisi akhir pekan yang tidak ada kejadian positif signifikan di luar negeri,sementara sentimen positif domestik sudah hampir selesai, “Dengan laporan keuangan kuartal pertamasudah keluar, laporan dividen juga sudah keluar, tinggal menunggu waktu pelaksanaan,”ujarnya kepada INILAH.COM.
Dow Jones yang kembali melanjutkan penurunan akhir pekan lalu akan menambah sentimen negatifke pasar saham Indonesia hari ini. Sentimen negatif dari global mengenai keputusan dari pemerintah zona Eropa yang menunda jadwal pembayaran pinjaman bagi Yunani menjadi salah satu perhatian investor .
Sebagian pendanaan sebesar 4,2 miliar Euro bagi Yunani yang dijanjikan , sisa pembayaran tersebut baru akan diberikan jika Yunani dapat memenuhi janji terhadap langkah penghematan anggaran yang disepakati sebelumnya. Bantuan ini juga merupakan bagian dari program bailout tahap kedua senilai 130 miliar Euro. Sementara pemerintah Spanyol tengah berupaya menyelamatkan Bankia SA, dengan mengambil sebagian besar kepemilikan saham pada bank tersebut.
“Pemerintah Spanyol kemungkinan akan mengumumkan kebijakan baru pada perusahaan finansial. Sementara ini, perbankan diharuskan mengalokasikan dana darurat senilai 35 miliar euro guna menutup kerugian pada portofolio berbasis perumahan.”
Sentimen negatifmasih didominasi faktor eksternal, sedang di dalam negerimBI tetap mempertahankan suku bunga di level 5,75 % dan FasBI di 3,75 %, sesuai ekspektasi di mana BI tidak memperketat likuiditas, juga tidak menggunakan instrument reserve requirement (menaikkan GWM rasio) .
Namun, lanjutnya,BI memberi sinyal akan menyerap lebih banyak ekses likuiditas di fasilitas overnight dengan instrumen yang bertenor lebih panjang. Kemungkinan besar suku bunga jangka pendek belum akan mengalami banyak perubahan. “Suku bunga masih relatifrendah dan tidak akan dinaikkan dalam waktu dekat, menyebabkansektor propertimasih menjadi magnet bagi investasi,”paparnya.
Beberapa emiten direkomendasikan trading buy oleh Valbury Securities, seperti Alam Sutera Realty (ASRI) dengan entry level 570-580 dan resistance 640. “ASRI telah menyerap dana CAPEX hingga Rp500 miliarsampai dengan kuartal pertama 2012 dari target Rp2,4 triliun.”
Saham Pembangunan Perumahan (PTPP) juga disarankan dengan entry level 700-720 dan resistance 770 serta support 680, “PTPP mencatat kenaikan laba bersih 16% lebih pada kuartal pertama 2012,”imbuhnya.
Saham Ciputra Property (CTRP) juga menjadi pilihan dengan entry level 730 – 750, resistance 840 dan support 710,”CTRP sedang menyiapkan ‘budget hotel ‘ proyek tahun ini,dengan mengalokasikan dana Rp115 miliar,”tutupnya. [nat]