INILAH.COM, New York - Kerugian raksasa keuangan AS, JPMorgan hanya menyebabkan Wall Street pada perdagangan Jumat (11/5/2012) berakhir mixed.
Indeks Dow Jones tergelincir 0,2% menjadi 12.820,6. Kerugian JPMorgan hingga US$2 miliar mendorong aksi jual yang terbesar dalam 9 bulan terakhir. Untuk indeks S&P jatuh hingga 0,3% ke 1.353.39. Indeks Nasdaq berhasil menguat 0,01% e 2.933,82. Untuk pekan ini, Dow turun 1,6%, indeks S&P turun 1,1% dan indeks Nasdaq turun 0,7%.
Raksasa bank AS, JPMorgan pada kuartal pertama 2012 rugi US$2 miliar dari strategi lindung nilai. Unit bisnis tersebut diperkirakan rugi US$800 juta. Padahal unit ini sebelumnya memberi keuntungan US$200 juta.
Pengumuman kinerja JPMorgan dilakukan setelah pasar saham Kamis (10/5/2012) tutup. "Ini adalah dampak dari hal kecil tetapi menyebar ke seluruh pasar global. Ini mendukung pekan yang kacau dan tidak tahu bagaimana investor dapat nyaman di pasar yang seperti ini," kata Todd Schoenberger dari Grup BlackBay.
Dari Yunani, pemimpin partai sosialis Evangelos Venizelo gagal membentuk pemerintahan koalisi baru pada saat terakhir perundingan. Situasi ini telah menghancurkan harapan negara tersebut untuk menghindari pemilu lanjutan bulan Juni 2012.
Hingga saat ini, 450 emiten S&P meraih laba pada kuartal pertama dari 500 emiten. Sementara IPO Facebook sudah kelebihan permintaan setelah melakukan roadshow sebelum diperdagangkan perdana pada 18 Mei 2012.
Dari data ekonomi, harga produsen mengalami penurunan di bulan April. Data yang mengejutkan ini dipicu harga energi yang melemah.