INILAH.COM, Jakarta - Penjualan tiket pintu gerbang dan wahana wisata mencapai 15 ribu orang telah mendukung pendapatan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) Rp932,95 miliar pada tahun 2011.
Perseroan berhasil mencatat laba bersih positif sebesar Rp161,94 miliar atau meningkat 14,16% dibandingkan tahun 2010 sebesar Rp141,86 miliar. Demikian mengutip keterangan resmi perseroan, Jumat (11/5/2012).
“Usaha rekreasi dan resor masih menjadi segmen yang memberikan kontribusi terbesar bagi pendapatan perseroan. Karena itu pada 2012 ini pengembangan contents dan inovasi kami pandang perlu untuk dilakukan agar tercapai pertumbuhan usaha perseroan yang suistainable,” kata Dirut PJAA, Budi Karya Sumadi dalam RUPST perseroan di Jakarta.
Peningkatan pendapatan tersebut juga didukung oleh kedatangan jumlah pengunjung Ancol Taman Impian selama 2011 yang tembus 15 juta orang. Ini pendapatan dari penjualan tiket pintu gerbang dan wahana wisata menjadi penggerak utama bagi peningkatan pendapatan di segmen rekreasi.
“Segmen rekreasi masih memberikan kontribusi terbesar bagi pendapatan usaha perseroan. Namun begitu, kami juga tetap akan menggenjot peningkatan pendapatan dari segmen properti dan jasa,” ucap Budi Karya.
Dijelaskan, pengembangan contents dan inovasi baru di segmen rekreasi merupakan bagian dari rencana strategis perseroan untuk tahun 2011 hingga 2015. Untuk 2012 ini, fokusnya kepada pengembangan Ancol Ocean Ecopark, indoor entertainment, pengembangan Ocean Dream Samudera melalui peluncuran pertunjukan (show) baru dan Kalila Adventure Dufan.
“Melalui upaya pengembangan ini kami harapkan performa kinerja segmen usaha rekreasi mejadi lebih memadai, baik dari jumlah pengunjung maupun pendapatan,” katanya.
Selain bidang wisata, perseroan juga akan mengenjot peningkatan pendapatan di bidang usaha properti. Untuk tahun 2012, kegiatannya difokuskan pada pengembangan Apartemen Northland Ancol, Coasta Villa Townhouse Carnaval, Apartemen The Coastal Ancol, dan Pademangan Center, serta upaya penambahan land bank melalui upaya reklamasi dan akuisisi lahan di luar Ancol.
“Untuk 2011, perseroan sudah melihat performa segmen properti yang kinerjanya cukup memuaskan dengan mendapatkan pangsa pasar ritel dari penjualan unit-unit properti yang sedang dibangun,” kata Budi Karya.