INILAH.COM, Jakarta – IHSG berhasil tutup di atas support 4.111. Sayangnya, bursa regional belum memberikan sinyal positif. Wait and see saja hingga bottom indeks jelas di 4.111 atau 4.000.
Pada perdagangan Jumat (11/5/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) ditutup melemah 19,4 poin atau 0,4% ke 4.114,14. Volume perdagangan 4,7 miliar saham senilai Rp6,1 triliun.
Perdagangan diwarnai dengan 199 saham melemah, 66 saham menguat dan 96 saham stagnan. Investor asing gencar melakukan penjualan sehingga mengalami net sell Rp322,1 miliar.
Level terendah hari ini berada di 4.093,66 dan tertinggi di 4.133,36. Indeks tidak dapat melakukan perlawanan mendekati zona positif. Sebab bursa regional juga tertekan dengan krisis politik di Yunani dan JPMorgan yang rugi US$2 miliar.
Indeks JII turun 0,9%, indeks ISSI turun 0,8%, indeks LQ45 turun 0,5%, IDX30 turun 0,5%. Mayoritas sektor saham melemah dengan pelemahan terdalam terjadi pada sektor pertambangan hingga 2,1%, disusul sektor perkebunan turun 1,6%. Indeks juga diwarnai penguatan sektor infrastruktur 0,5% dan sektor konsumen meskipun tipis.
Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, memang gampang IHSG ditutup diatas support 4.111. “Problemnya, hingga sore hari ini, tidak terlihat adanya signal-signal positif pada bursa regional, yang bisa mengakhiri trend turun yang tengah terjadi,” kata dia di Jakarta, Jumat (11/5/2012).
Dia menjelaskan, Hang Seng Index (HSI) malah sudah tutup dibawah level psikologis 20.000. Memantapkan trend turun yang tengah terjadi.“Posisi net sell asing memang sudah agak berkurang, tapitetap saja lumayan besardiatas Rp200 miliar,” ujarnya.
Karena itu, Satrio tetap dalam posisi wait and see. “Posisi yang kemarin saya lakukan, sebagian besar sudah saya lepas. Saya mau nonton dulu saja. Sambil lihat bottom market ini mau dimana. Mau disini (4111) atau di 4.000,” imbuhnya.