Kamis, 20 Juni 2013 | 06:47 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Raih US$150 Juta, Investor Buru Senior Notes LPKR
Headline
IST
Oleh: Charles Maruli Siahaan
pasarmodal - Jumat, 11 Mei 2012 | 15:56 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) sukses menerbitkan senior notes sebesar US$150 juta meskipun pricing agresif.

Pengembang properti Indonesia Lippo Karawaci menerbitkan obligasi US$150 juta dengan jangka waktu tujuh tahun. Menurut sumber bankir, transaksi ini jelas menggambarkan minimnya surat utang Indonesia yang berkualitas. Perseroan mengeluarkan obligasi dengan ketentuan yang agresif saat pasar sedang lemah. Penawaran ini berhasil menarik permintaan sebesar US$680 juta dari 72 investor.

Sementara itu, obligasi perseroan yang telah beredar juga mengalami pengetatan yang tajam di pasar sekunder. Pada Rabu siang, LPKR mengumumkan

guidance imbal hasil awal sekitar 7,25%. Hal ini sejak semula dianggap agresif dibandingkan dengan obligasi LPKR jatuh tempo 2015, yang memberikan imbal hasil 6,91%. Obligasi LPKR yang baru akan jatuh tempo pada 2019, dengan opsi “call” setelah tahun keempat. “Guidance awal sebesar 7,25% nampaknya cukup ketat khususnya ditengah pasar yang lemah,” kata bankir.

Untuk fair value seharusnya mendekati 8%. Kemungkinan karena hal tersebut mereka hanya mencoba transaksi sebesar US$150 juta. Yang menarik, lanjutnya, para investor kemudian juga membeli obligasi 2015 LPKR, memperketat imbal hasil menjadi 6,5%. Pada saat tersebut guidance imbal hasil 7,25% menjadi lebih menarik.

LPKR juga mengumumkan bahwa obligasi yang diterbitkan terbatas sebanyak-banyaknya US$150 juta. Selanjutnya imbal hasil ini direvisi menjadi 7,125% yang merupakan harga penutupan. Kupon ditetapkan 7% dan obligasi tersebut ditawarkan kembali pada 99,32.

Ada beberapa faktor pendukung keberhasilan transaksi ini, salah satunya pada Selasa lalu, Fitch baru saja menaikkan peringkat LPKR dari B+ menjadi BB-. Selain itu, Perseroan sudah dikenal sebagai penerbit obligasi yang diminati para investor, dengan jumlah penawaran terbatas dan para investor sangat optimis pada bisnis real estat Indonesia.

“Perseroan memiliki track record yang baik dan obligasi Perseroan yang beredar memiliki kinerja baik,” katanya. “Fitch menaikkan peringkat untuk obligasi ini pada Selasa lalu, mengikuti peningkatan peringkat dari S&P (Standard & Poor’s). Hal ini memperkuat posisi Perseroan – dari peringkat single B oleh tiga rating agencies menjadi double B oleh dua dari rating agencies tersebut. [hid]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.