INILAH.COM, LOndon - Kerugian JPMorgan hingga US$2 miliar memicu kekhawatiran terhadap perbankan karena bersamaan dengan krisis utang Yunani dan krisis bank Spanyol.
Indeks FTSE turun 0,4% ke 5.520, CAC turun 0,9% ke 3.099,32 dan indeks DAX turun 0,3% ke 6.493,9. Saham perbankan turun rata-rata di kisaran 2% termasuk saham Barclays 2,1%. Saham Deutsche Bank 2,2% dan Santander dan BNP Paribas 1,9%.
Namun saham Credit Agricole turun terdalam hingga 2,4%. Hal ini dengan turunnya laba kuartalan hingga 75% menjadi US$1,2 miliar. Berita kerugian bank AS, JP Morgan memberikan dampak negatif terhadap sektor keuangan global. "Ini meningkatkan ancaman terhadap pengawasan dan rendahnya manajemen risiko. Ini sangat memalukan bagi JPMorgan Chase," kata analis di Mediobanca, seperti dikutip dari cnbc.com.
Sementara dari Spanyol masih terus melakukan reformasi untuk pembersihkan aset-aset bermasalah di sektor perbankan. Mereka menyisihkan dana hingga 35 miliar euro untuk menutupi kredit macet dari sektor properti. Awal pekan ini, pemerintah Spanyol telah mengambilalih 45% saham Bankia. Bank terbesar keempat yang mengalami krisis keuangan karena kredit properti.
Bursa saham Asia semakin memerah seperti indeks Hang Seng turun 1,3%, indeks Nikkei turun 0,6%, indeks STI turun 0,7%, indeks Shanghai 0,6%, indeks Kospi turun 1,4%, indeks ASX turun 0,2%.