Kamis, 20 Juni 2013 | 12:30 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Mengejutkan, JPMorgan Chase Merugi US$2 MIliar
Headline
ist
Oleh:
pasarmodal - Jumat, 11 Mei 2012 | 14:35 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, New York – JPMorgan Chase, bank terbesar di Amerika Serikat merugi hingga US$ 2 miliar atau sekitar Rp18,4 triliun akibat transaksi kredit derivatif yang dibuat pialangnya. Chief Executive JPMorgan Chase, Jamie Dimon menyatakan kerugian itu diperkirakan bisa lebih buruk lagi.

Menurut Dimon, sebagaimana dilaporkan Financial Times, kerugian terjadi akibat kecerobohan, kelalaian, dan pengambilan keputusan yang buruk para pialangnya. Akibat kerugian ini, saham JPMorgan Chase di Bursa Efek New York jatuh 6% yang kemudian diikuti saham-saham perbankan lainnya.

Kerugian itu terjadi di divisi investasi, sebuah unit usaha yang dikembangkan untuk investasi. Unit ini sempat membuat kontroversi karena melakukan proprietary trading. Trading jenis ini sebenarnya akan dilarang oleh otoritas keuangan AS karena sangat berisiko.

Proprietary trading atau biasa disebut dengan prop tading (PPT) adalah transaksi untuk kepentingan bank itu sendiri bukan untuk nasabah. Dalam hal ini bank biasanya mendistribusikan reksa dana yang disponsori oleh penasihat investasi independen. Penasihat ini menerima nasihat investasi dari bank yang menjual atau mendistribusikan reksa dana itu.

Transaksi ini tergolong bisnis berisiko tinggi dan risikonya tidak terbatas pada risiko pasar. Potensi risiko operasional bisa melampaui potensi return pasar. Risiko operasional ini bisa mengubah potensi risiko pasar yang sangat tinggi menjadi kerugian besar.

Proprietary trading menjadi penyebab praktik spekulasi di pasar properti AS yang kemudian memicu krisis pada 2008. Karena itu, pemerintahan Obama berencana mengeluarkan aturan yang disebut ‘Volcker Rule’ untuk membatasi aktivitas bank seperti itu.

Senator dari Demokrat, Carl Levin mengatakan kerugian itu merupakan bukti bahwa apa yang disebut kalangan perbankan sebagai ‘hedge’ sangat rentan dan merupakan pertaruhan yang berisiko. Levin mengusulkan dibutanya aturan yang lebih ketat untuk melindungi masyarakat dari pertaruhan seperti itu. [tjs]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.