Rabu, 19 Juni 2013 | 18:52 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Telkom Berpotensi Bayar Dividen hingga 65%
Headline
IST
Oleh: Wahid Ma'ruf
pasarmodal - Jumat, 11 Mei 2012 | 14:40 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) akan membagikan dividen dari laba 2011 hingga 65%. Dengan perincian usulan dari manajemen 55% dan dividen khusus yang diusulkan pemerintah 10%.

Menurut Asisten Deputi Bidang Usaha Industri Strategis dan Manufaktur I Kementerian BUMN, Seger Budiarjo, pemerintah meminta dividen khusus kepada PT Telkom Indonesia Tbk sebesar 10%. Telkom mengusulkan dividen payout ratio tahun buku 2011 sekitar 55%. "Artinya, Telkom akan membagikan dividen sebesar 65%, karena kami mengajukan special dividen 10%," katanya yang dikutip dari Antara di Jakarta, Jumat (11/5/2012).

Dividen khusus seiring dengan karakteristik mayoritas investor Telkom yang menginginkan dividen khusus dibandingkan dengan keuntungan yang diraih dari transaksi sehari-hari. Namun realisasinya tergantung keputusan RUPS hari ini.

Untuk usulan dividen Telkom tahun ini, katanya sama dengan tahun lalu. Saat itu Telkom membagikan dividen tahun buku 2010 sebesar Rp6,34 triliun atau 55% dari laba.

Telkom mencatatkan penurunan laba 4,9% menjadi Rp10,96 triliun pada 2011 dibanding periode sama sebelumnya Rp11,53 triliun.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.