INILAH.COM, Sydney – Bursa Asia bergerak variatif pada Jumat (11/5/2012) pagi, didukung rilis kinerja saham-saham di Tokyo, sedangkan saham eksportir menekan bursa Seoul. Kawasan ini menunggu rilis data ekonomi China.
Di Jepang, indeks Nikkei Stock Average naik 0,3%, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan turun 0,6%, dan di Australia, indeks S & P / ASX 200 tergelincir 0,1%. Sepekan ini, Nikkei diperdagangkan turun 3,7%, Kospi Korsel turun 2,8%, dan ASX200 Australia melemah 2,4%.
Bursa AS yang positf memberi dukungan ke beberapa bursa Asia, setelah Dow Jones Industrial Average menguat, pascakoreksi enam sesi berturut-turut, dibantu oleh penurunan klaim pengangguran dan tanda-tanda stabilisasi di Eropa.
Sedangkan China akan merilis angka inflasi April termasuk konsumen dan grosir, produksi industri dan penjualan ritel. Sementara laporan pendapatan mendorong kenaikan beberapa saham di Tokyo.
Hitachi Ltd naik 2,9%, Sony Corp naik 0,8% setelah memperkirakan kembalinya keuntungan pada tahun fiskal saat ini, meski membukukan rugi untuk tahun yang berakhir Maret.
Olympus Corp melaporkan kerugian kuartalan, tetapi pendapatan naik tipis, dan sahamnya melonjak 3,8%. Sebuah laba kuartalan untuk Trend Micro Inc membawa sahamnya naik 1,5%. Namun, banyak perusahaan teknologi besar yang turun di Seoul, seperti Samsung Electronics Co merosot 0,9%, dan LG Electronics Inc turun 1,6%.
Beberapa finansial berada di bawah tekanan di Asia setelah rugi derivatif JP Morgan Chase & Co senilai US$ 2 miliar, setelah penutupan bursa AS. Koreksi perbankan membebani Sydney, dengan National Australia Bank Ltd turun 1,1%, dan Westpac Banking Corp turun 0,5%, sedangkan di Tokyo, Sumitomo Mitsui Trust Holdings Inc melemah 0,9%. [ast]