INILAH.COM, Jakarta – Secara teknikal, laju IHSG Jumat (11/5/2012) diprediksi variatif-naik. Faktor tenaga kerja AS, inflasi China dan politik Yunani bakal mewarnai sentiment pasar. Empat saham layak trading.
Pada perdagangan Kamis (10/5/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) ditutup menguat tipis 4,57 poin (0,11%) ke angka 4.133,631 dengan intraday tertinggi 4.137,666 dan terendah 4.110,896. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45
yang naik 0,59 poin (0,08%) ke angka 699,971.
Analis Sinarmas Securities, Jansen Kustianto memperkirakan, pada perdagangan hari Jumat (11/5/2012), secara teknikal indeks saham domestik bergerak mixed (variatif) dengan kecenderungan menguat. “IHSG akan bergerak pada kisaran support 4.100dan resistance 4.150,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (10/5/2012).
Menurutnya, data tingkat klaim pengganguran AS yang dirilis semalam dapat menjadi salah satu sentimen di pasar. Selain itu, data inflasi serta tingkat produksi industri China yang akan dirilis pagi ini, juga turut mewarnai sentiment.
Lalu, kata dia, perkembangan di Uni Eropa seputar kepastian politik di Yunani dapat memberikan sentimen tambahan.“Semua itu, dapat memberikan sentimen terhadap indeksbaik positif maupun negatif,” tandas dia.
Di atas semua itu, Jansen merekomendasikan positif empat saham dari sektor industri alat berat, industri dasar semen, consumer goods, dan perbankan.
Saham-saham pilihannya PT United Tractor (UNTR), PT Holcim Indonesia (SMCB), PT Nippon Indosari Corporindo (ROTI),dan PT Bank Tabungan Pensiun Negara (BTPN). “Itulah saham-saham yang dapat diperhatikan untuk daily trading,” imbuh Jansen.