Minggu, 26 Mei 2013 | 14:17 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Pernyataan Bernanke Jadi Fokus Pasar
Headline
inilah.com/Agus Priatna
Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal - Jumat, 11 Mei 2012 | 06:00 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (11/5/2012) diprediksi melemah. Pasar yang fokus pada pernyataan gubernur The Fed menjadi salah satu pemicunya.

Analis senior Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, potensi pelemahan rupiah akhir pekan ini salah satunya adalah pernyataan dari Gubernur The Fed Ben Bernanke semalam yang akan jadi fokus pasar hari ini. Menurutnya, pasar ingin memastikan apakah The Fed akan menggulirkan Quantitative Easing (QE) tahap ketiga tahun ini atau tidak.

Sebab sebelumnya, tiga petinggi The Fed justru menyatakan, tiadanya peluang QE untuk tahun ini. "Karena itu, rupiah cenderung melemah dalam kisaran 9.150-9.220 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada saat yang sama, lanjut Firman, potensi tertekannya rupiah karena pasar juga masih tetap memperhatikan kondisi politik Yunani setelah Pimpinan Partai Koalisi Kiri Alexis Tsitras gagal membentuk koalisi pemerintahan di parlemen. "Sekarang giliran Partai PASOK. Jika Partai PASOK juga gagal membangun koalisi ada kemungkinan Yunani akan melakukan pemilu ulang," ujarnya.

Jika ini yang terjadi, lanjut Firman, akan semakin menambah ketidakpastian situasi politik di Yunani. "Pasar belum tahu partai manakah yang akan dipilih oleh rakyat Yunani," timpal Firman.

Memang, dari China rupiah berpeluang mendapat sentimen positif. Sebab, pagi ini China akan merilis data inflasi untuk April 2012 di mana indeks Consumer Price Index (CPI) diprediksi naik jadi 3,3% (year on year) tapi peningkatannya lebih rendah dari bulan sebelumnya 3,6%.

Inflasi China ini, kata dia, bisa memberikan harapan terhadap adanya potensi pelonggaran moneter lebih lanjut dari pemerintah China seiring melambatnya inflasi di negeri Tirai Bambu itu.

Hanya saja, Firman menegaskan, kalaupun rupiah menguat, masih rapuh di tengah memburuknya sentimen eksternal. Terutama ketidakpastian situasi politik di Yunani dan akhir pekan pekan ini ada pemilu lokal di Jerman dan Italia. "Jadi, belum terlihat potensi penguatan rupiah yang stabil," imbuhnya.

Asal tahu saja, kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Kamis (10/5/2012) ditutup menguat 55 poin (0,59%) ke angka 9.170/9.190.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.