Minggu, 19 Mei 2013 | 15:43 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Asosiasi Emiten Usulkan Besaran IPO hingga 25%
Headline
Inilah.com
Oleh: Agustina Melani
pasarmodal - Kamis, 10 Mei 2012 | 18:19 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) mengusulkan agar perusahaan yang ingin melakukan penawaran umum saham perdana dapat melepas 25% saham. Hal itu dilakukan agar saham emiten itu bergerak likuid.

"Seharusnya bisa ada peraturan yang menjembatani kalau perusahaan yang melepas saham ke publik harus minimal 25%," tutur Direktur Eksekutif AEI, Ishakayoga, Kamis (10/5/2012).

Ishakayoga mengatakan, pelepasan minimal 25% saham tersebut agar saham bergerak likuid. Menurutnya,selama ini saham tidur tersebut hanya sekitar 5%-10% yang dilepas ke publik.

Selain itu, pelepasan saham ke publik hanya 5%-10% tersebut juga bisa berdampak ke pembagian dividen. Di mana pemegang saham tidak dapat memiliki wewenang agar manajemen untuk membagikan dividen. Menurut Ishakayoga, hal tersebut juga dapat menjadi PR bagi calon direksi BEI yang baru.

"Kita berpandangan dividen keputusan RUPS karena dividen tidak bisa dipaksakan. Oleh karena itu diimbau pemegang saham juga untuk aktif,dan bila saham yang dilepas ke publik hanya 5%-10% maka itu bukan perusahaan publik," kata Ishakayoga. [hid]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.