INILAH.COM, Jakarta – Meski dalam jangka pendek memasuki tren naik, tapi IHSG masih dalam fase bearish. Karena itu, bermain cepat hit and run cocok jadi strategi pasar.
Abidin, analis teknikal dari Millenium Danatama Securities mengatakan, selama berada di atas 4.172, tren jangka pendek IHSG masih naik. Tapi, selama level 4.230 belum ditembus, indeks masih berada dalam fase bearish.
Karena itu, Abidin merekomendasikan hit and run enam saham dari sektor consumer goods, infrastruktur, properti, dan industri dasar. “Karena pasar secara umum masih dalam fase bearish, saya rekomendasikan main cepat hit and run saham-saham tersebut dengan pola buy on weakness dan sell on strength,” katanya kepada INILAH.COM.
Pada perdagangan Selasa (8/5/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) ditutup menguat 22,21 poin (0,53%) ke angka 4.181,073 dengan intraday tertinggi 4.182,903 dan terendah 4.158,506. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45
yang naik 3,38 poin (0,48%) ke angka 710,117.Berikut ini wawancara lengkapnya:
IHSG menguat ke 4.181,07. Bagaimana Anda melihat arahnya Rabu (9/5/2012) ini?
Indeks saham domestik berpotensi menguat. IHSG memiliki support 4.158 dan resistance 4.200.
Bagaimana penjelasannya?
Secara teknikal, indeks memiliki potensi untuk melanjutkan penguatan hari ini. Sebab, indeks sudah memasuki area tren naik jangka pendek. Tapi, secara umum, indeks masih berada dalam fase bearish (jangka waktu di atas sepekan). Tapi, untuk jangka pendek (sepekan), indeks berada dalam tren naik selama berada di atas level 4.172.
Lantas, kapan indeks kembali ke fase bullish?
Untuk kembali memasuki fase bullish, IHSG harus menembus resistance yang cukup jauh di angka 4.230.
Bagaimana dengan sentimen fundamental?
Secara fundamental, potensi penguatan indeks hari ini, karena mendapat dukungan dari indeks yang cukup anomali terhadap pergerakan bursa regional yang melemah. Meski Wall Street dan Hang Seng Index (HSI) melemah, indeks domestik justru menguat.
Selain itu?
Faktor dividend yield terutama pada saham-saham bluchips, juga turut membantu indeks menguat anomali di tengah koreksi yang terjadi pada bursa regional. Pelalu pasar berburu saham yang akan membagikan dividen dalam waktu dekat.
Tapi, sebelum 4.230 ditembus kembali, potensi pelemahan IHSG lebih besar dibandingkan potensi kenaikannya. Karena itu, setiap kenaikan indeks, jadi kesempatan untuk jual saham. Sebab, level resistance 4.230 masih jauh sebelum level 4.200 kembali ditembus.
Saham-saham pilihan Anda?
Saya rekomendasikan positif enam saham dari sektor consumer goods, infrastrutktur, properti, dan industri dasar semen.
Spesifik pilihan Anda?
Saham-saham pilihan adalah PT Unilever Indonesia (UNVR), PT Jasa Marga (JSMR), PT Lippo Cikarang (LPCK), PT Ciputra Development (CTRA), PT Semen Gresik (SMGR), dan PT Indocement Tunggal Prakasa (INTP).
Bagaimana strategi trading pada saham-saham tersebut?
Karena pasar secara umum masih dalam fase bearish, saya rekomendasikan main cepat hit and run saham-saham tersebut dengan pola buy on weakness dan sell on strength.