Rabu, 19 Juni 2013 | 17:52 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Abidin
IHSG Fase Bearish, Harus Main Cepat
Headline
inilah.com
Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal - Rabu, 9 Mei 2012 | 03:10 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – Meski dalam jangka pendek memasuki tren naik, tapi IHSG masih dalam fase bearish. Karena itu, bermain cepat hit and run cocok jadi strategi pasar.

Abidin, analis teknikal dari Millenium Danatama Securities mengatakan, selama berada di atas 4.172, tren jangka pendek IHSG masih naik. Tapi, selama level 4.230 belum ditembus, indeks masih berada dalam fase bearish.

Karena itu, Abidin merekomendasikan hit and run enam saham dari sektor consumer goods, infrastruktur, properti, dan industri dasar. “Karena pasar secara umum masih dalam fase bearish, saya rekomendasikan main cepat hit and run saham-saham tersebut dengan pola buy on weakness dan sell on strength,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Selasa (8/5/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup menguat 22,21 poin (0,53%) ke angka 4.181,073 dengan intraday tertinggi 4.182,903 dan terendah 4.158,506. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45 yang naik 3,38 poin (0,48%) ke angka 710,117.Berikut ini wawancara lengkapnya:

IHSG menguat ke 4.181,07. Bagaimana Anda melihat arahnya Rabu (9/5/2012) ini?

Indeks saham domestik berpotensi menguat. IHSG memiliki support 4.158 dan resistance 4.200.

Bagaimana penjelasannya?

Secara teknikal, indeks memiliki potensi untuk melanjutkan penguatan hari ini. Sebab, indeks sudah memasuki area tren naik jangka pendek. Tapi, secara umum, indeks masih berada dalam fase bearish (jangka waktu di atas sepekan). Tapi, untuk jangka pendek (sepekan), indeks berada dalam tren naik selama berada di atas level 4.172.

Lantas, kapan indeks kembali ke fase bullish?

Untuk kembali memasuki fase bullish, IHSG harus menembus resistance yang cukup jauh di angka 4.230.

Bagaimana dengan sentimen fundamental?

Secara fundamental, potensi penguatan indeks hari ini, karena mendapat dukungan dari indeks yang cukup anomali terhadap pergerakan bursa regional yang melemah. Meski Wall Street dan Hang Seng Index (HSI) melemah, indeks domestik justru menguat.

Selain itu?

Faktor dividend yield terutama pada saham-saham bluchips, juga turut membantu indeks menguat anomali di tengah koreksi yang terjadi pada bursa regional. Pelalu pasar berburu saham yang akan membagikan dividen dalam waktu dekat.

Tapi, sebelum 4.230 ditembus kembali, potensi pelemahan IHSG lebih besar dibandingkan potensi kenaikannya. Karena itu, setiap kenaikan indeks, jadi kesempatan untuk jual saham. Sebab, level resistance 4.230 masih jauh sebelum level 4.200 kembali ditembus.

Saham-saham pilihan Anda?

Saya rekomendasikan positif enam saham dari sektor consumer goods, infrastrutktur, properti, dan industri dasar semen.

Spesifik pilihan Anda?

Saham-saham pilihan adalah PT Unilever Indonesia (UNVR), PT Jasa Marga (JSMR), PT Lippo Cikarang (LPCK), PT Ciputra Development (CTRA), PT Semen Gresik (SMGR), dan PT Indocement Tunggal Prakasa (INTP).

Bagaimana strategi trading pada saham-saham tersebut?

Karena pasar secara umum masih dalam fase bearish, saya rekomendasikan main cepat hit and run saham-saham tersebut dengan pola buy on weakness dan sell on strength.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.