INILAH.COM, Jakarta – Secara teknikal, laju IHSG pada perdagangan Rabu (9/5/2012), diprediksi menguat. Tapi, fase indeks masih bearish. Enam saham mendapat rekomendasi hit and run.
Pada perdagangan Selasa (8/5/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) ditutup menguat 22,21 poin (0,53%) ke angka 4.181,073 dengan intraday tertinggi 4.182,903 dan terendah 4.158,506. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45
yang naik 3,38 poin (0,48%) ke angka 710,117.
Abidin, analis teknikal dari Millenium Danatama Securities memperkirakan, indeks saham domestik akan menguat Rabu (9/5/2012) ini. “IHSG memiliki support 4.158 dan resistance 4.200,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (8/5/2012).
Dia menjelaskan, secara teknikal, indeks memiliki potensi untuk melanjutkan penguatan hari ini. Sebab, indeks sudah memasuki area tren naik. Tapi, secara umum, indeks masih berada dalam fase bearish (jangka waktu di atas sepekan). “Tapi, untuk jangka pendek (sepekan), indeks berada dalam tren naik selama berada di atas level 4.172,” ujarnya.
Untuk kembali memasuki fase bullish, kata dia, IHSG harus menembus resistance yang cukup jauh di angka 4.230.
Secara fundamental, potensi penguatan indeks hari ini, karena mendapat dukungan dari indeks yang cukup anomali terhadap pergerakan bursa regional yang melemah. Menurutnya, meski Wall Street dan Hang Seng Index (HSI) melemah, indeks domestik justru menguat.
Faktor dividend yield terutama pada saham-saham bluchips, juga turut membantu indeks menguat anomali di tengah koreksi yang terjadi pada bursa regional. “Pelalu pasar berburu saham yang akan membagikan dividen dalam waktu dekat,” timpalnya.
Sebelum 4.230 ditembus kembali, potensi pelemahan IHSG lebih besar dibandingkan potensi kenaikannya. Karena itu, setiap kenaikan indeks, jadi kesempatan untuk jual saham. Sebab, level resistance 4.230 masih jauh sebelum level 4.200 kembali ditembus.
Di atas semua itu, Abidin merekomendasikan positif enam saham dari sektor consumer goods, infrastrutktur, properti, dan industri dasar semen.
Saham-saham pilihannya adalah PT Unilever Indonesia (UNVR), PT Jasa Marga (JSMR), PT Lippo Cikarang (LPCK), PT Ciputra Development (CTRA), PT Semen Gresik (SMGR), dan PT Indocement Tunggal Prakasa (INTP).
“Karena pasar secara umum masih dalam fase bearish, saya rekomendasikan hit and run saham-saham tersebut dengan pola buy on weakness dan sell on strength,” imbuhnya.