INILAH.COM, Jakarta – IHSG sukses mendarat di teritori positif. Sayangnya, bursa regional Asia justru memberikan sinyal negatif setelah Hang Seng tutup di bawah support 20.500. Wait and see saja!
Pada perdagangan Selasa (8/5/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG
) ditutup menguat 22,2 poin atau 0,5% ke 4.181,07. Volume perdagangan mencapai 3,5 miliar saham senilai Rp5,1 triliun.
Hari ini tercatat total saham yang aktif mencapai 370 saham dengan 165 saham menguat, 102 saham melemah dan 103 saham stagnan. IHSG mengalami net foreign sell Rp175,8 miliar.
Indeks berhasil melepaskan diri dari tekanan yang terjadi pada sesi pertama. Hal ini terlihat dari level terendah hari ini berada di sesi I di kisaran 4.158,51. Sementara level tertinggi berada di sesi kedua saat menyentuh 4.182,90.
Indeks JII naik 0,5%, indeks ISSI naik 0,6%, IDX30 naik 0,4% dan indeks saham unggulan LQ45
naik 0,5%. Penguatan tertinggi dialami saham sektor konsumen hingga 2,2% disusul sektor perkebunan hingga 1,1%. Sedangkan sektor pertambangan turun hingga 0,6% disusul sektor perdagangan turun 0,4%.
Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan, hinggapenutupan sore hari ini, IHSG masih kesulitan untuk bisa menembus kisaran resisten 4.175-4.195.
“Beberapa saham, seperti PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bukit Asam (PTBA), dan PT Indo Tambang Raya (ITMG), memang memiliki peluang untuk ditutup dengan signal reversal,” kata dia di Jakarta, Selasa (8/5/2012).
Akan tetapi,lanjut dia, dengan posisi bursa regional dimana indeks Hang Seng kembali memberikan signal negatif dengan tutup dibawah suport 20.500. “Rasa-rasanya, saya lebih memilih untuk tetap berada dalam posisi wait and see seperti apa yang saya lakukan sejak kemarin sore,” ujarnya.
Untuk besok, lanjut dia, kisaran IHSG hari ini di 4.130-4.200 sepertinya tetap bakal menjadi kisaran utama. “Trend jangka menengah IHSG, tetap masih dalam kisaran flat 4.111-4.232,” timpal Satrio.
Satrio mengaku hanya berharap, bahwa level suport di 4.111 tidak ditembus. Pasalnya, menurut dia, penembusan suport tersebut, akan membuka potensi double top pada IHSG.