Rabu, 19 Juni 2013 | 22:04 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Properti & Infrastruktur Bullish tapi Berisiko
Saatnya Beralih ke Saham-saham Tambang?
Headline
inilah.com
Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal - Senin, 7 Mei 2012 | 08:55 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – Meski bullish dan ramai ditransaksikan, saham-saham di sektor properti dan infrastruktur rawan profit taking. Karena itu, investor sudah saatnya melirik saham-saham pertambangan.

Pada perdagangan Jumat (4/5/2012) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup melemah tipis 7,32 poin (0,17%) ke angka 4.216,681 dengan intraday tertinggi 4.234,734 dan terendah 4.202,671. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45 yang turun 1,56 poin (0,22%) ke angka 716,216.

Pengamat pasar modal Irwan Ariston Napitupulu melihat, saham-saham di sektor properti dan infrastruktur masih bakal ramai ditransaksikan dalam sepekan ke depan. Sebab, kedua sektor saham tersebut masih primadona. “Saham sektor ini, bebas dari sentimen negatif bea keluar dan pajak ekspor tambang mentah dan harga komoditas pada sektor pertambangan,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurutnya, saham-saham properti dan infrastruktur masih akan diburu meski beberapa saham sudah naik signifikan. Karena itu, harus waspada. “Saham properti dan infrastruktur cenderung bullish selama belum mengalami penurunan yang berarti. Semua saham properti saya rekomendasikan. Hajar saja sudah,” ujar dia.

Hanya saja, kata dia, ya itu tadi, pasar harus waspada karena risiko profit taking bertambah akibat kenaikannya kedua sektor tersebut yang sudah tinggi sehingga saat balik arah melemah, cut loss-nya pun lumayan. “Karena itu, cari saham-saham properti yang likuid,” tuturnya.

Sebab, rata-rata indeks properti, sudah naik lebih dari 50%. Sementara itu, kenaikan harga sahamnya pada kisaran 50-100% dalam enam bulan sejak 11 Desember 2011. “Siapa yang tidak mau profit taking dengan keuntungan sebesar itu,” timpal Irwan.

Kondisi ini, lanjutnya, tampak dari saham PT Lippo Cikarang (LPCK) yang mengalami penurunan tajam akhir pekan lalu. “Ini jadi tanda-tanda, orang sudah mulai buang barang. Karena itu, saatnya mengunci keuntungan pada saham-saham properti,” ucapnya.

Begitu juga dengan indeks saham sektor infrastruktur yang sudah naik 20% dalam enam bulan terakhir. “Karena itu, harga sahamnya sudah sudah naik antara 20-35% sehingga rawan profit taking,” tegas dia.

Di atas semua itu, Irwan menyarankan, jika pasar menginginkan risiko yang rendah (low risk) seiring potensi penurunan yang sudah terbatas, pelaku pasar atau investor mulai lirik, switching ke semua saham di sektor pertambangan. “Walaupun saham-saham pertambangan sekarang kurang favorit,” katanya.

Namun demikian, Irwan memperkirakan, ke depannya, peluang gain di saham-saham tambang sangat tinggi. “Saham-saham pertambangan 1-2 pekan lagi, sudah seharusnya naik karena saat ini sudah mendekati area support-nya,” ujarnya.

Kalaupun turun, kata dia, peluangnya sudah tidak banyak lagi dan begitu balik arah menguat, untungnya akan signifikan. “Saya melihat upside potential sebesar 10-20% dalam sebulan terutama untuk bluechips. Saham-saham lapis dua justru bisa lebih besar,” tandas Irwan.

Untuk itu, Irwan menyarankan, pelaku pasar dan investor untuk mengurangi portofolio di sektor properti. “Misalnya, jika 80% portofolio di sektor properti, turunkan ke 40%. Sisakan 20% di sektor infrastruktur, dan masuklah ke sektor tambang 20%,” papar dia.

Sisanya, 10% untuk saham-saham di luar properti, infrastruktur dan tambang seperti sektor keuangan, industri dasar dan lain-lain. Sebab, saham-saham pertambangan cepat atau lambat, akan main. “Jadi, jangan ketinggalan. Tapi, kalau mau menunggu juga tak masalah. Boleh masuk saat saham tambang baru mulai naik,” imbuhnya.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.