INILAH.COM, New York - Pada pekan depan, investor mencoba mencari sentimen positif dari pernyataan Gubernur Federal Reverse semoga kebijakan baru dapat menggairahkan pasar.
Harapan pasar tersebut untuk mengganti sentimen negatif dari data tenaga kerja yang mengecewakan pada Jumat (4/5/2012). Departemen Tenaga Kerja merilis data yang menunjukkan data non-farm payrolls naik sebesar 115.000 di bulan lalu, setelah naik 154.000 pada bulan Maret. Tingkat pengangguran turun menjadi 8,1 persen, terendah dalam tiga tahun terakhir.
Sebenarnya pada pekan depan ada rilis kuartalan dari Cisco System Inc, Walt Disney Co, Priceline.Com Inc dari bursa AS. Sedangkan dari perkembangan Eropa tentang pemilu di Prancis dan Yunani. Perkembangan ini juga akan menjadi sorotan pasar.
"Pekan depan, fokus utama terhadap pernyataan dari Federal Reverse untuk menentukan apa kebijakan terbaru dengan data tenaga kerja yang lesu," kata Michael Yoshikami dari Destination Wealth Management in Walnut Creek, California. "Kami memperkirakan kemungkinan Fed akan memulai kebijakan pelonggaran kuantitatif baru sekitar 60 hari ke depan," jelasnya. Demikian mengutip marketwatch.com.
Gubernur Federal Reserve Ben Bernanke akan berbicara tentang pinjaman bank pada Kamis pagi di Chicago. Pidato dari Bernanke untuk bank-bank Federal Reserve di Richmond, Minneapolis, Dallas dan Philadelphia juga akan menjadi pantauan pasar.
Pidato-pidato tersebut setelah data mengecewakan di sektor pekerjaan AS dalam sepekan terakhir. Hal ini menunjukkan perlambatan pertumbuhan pekerjaan untuk bulan April.