INILAH.COM, New York - Bursa saham Wall Street merosot tajam di sesi akhir pekan ini, setelah kenaikan payroll di April masih di bawah perkiraan.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,9 persen menjadi 13.085,38. Indeks S&P 500 turun 1,1 persen menjadi 1.375,56.Indeks Komposit Nasdaq turun 1,5 persen menjadi 2.977,74. Untuk pekan ini, Indeks Dow juga sudah tertekan 1,4%, indeks Nasdaq turun 3,6% dan indeks S&P turun 2,4%.
Departemen Tenaga Kerja merilis data yang menunjukkan data non-farm payrolls naik sebesar 115.000 di bulan lalu, setelah naik 154.000 pada bulan Maret. Tingkat pengangguran turun menjadi 8,1 persen, terendah dalam tiga tahun terakhir.
Laporan hari Jumat (4/5/2012) menunjukkan bahwa perusahaan swasta kembali memicu pertumbuhan, menambah 130.000 pekerjaan pada bulan April. Sementara sektor pemerintah, memangkas payrolls sebesar 15.000.
Pertumbuhan pekerjaan berasal dari berbagai sektor. Bisnis profesional dan jasa, yang meliputi tenaga bantu sementara, teknik dan desain perangkat lunak, menambahkan 62.000 pekerjaan. Sektor ritel rebound, sementara kesehatan dan manufaktur terus meningkat. Manufaktur menambahkan 16.000 pekerjaan.
untuk tingkat upah beringsut meningkat. Penghasilan rata-rata per jam naik 1 persen menjadi $23,38. Upah naik 1,8 persen pada basis tahunan. Rata-rata pekan kerja tidak berubah di 34,5 jam.
"Momentum pasar saat ini adalah soal laporan di pasar tenaga kerja yang melambat, namun tidak cukup bagi Fed untuk melanjutkan stimulus dengan pembelian aset lagi," demikian laporan Merrill BoA Lynch Research.
Pasar diwarnai penurunan saham Apple setelah pada pekan ini terakumulasi menurun dalam perdagangan 50 hari terakhir. Untuk pekan ini saham Aplle telah turun 6 persen dari US$644 per saham menjadi US$585 per saham. Saham lain adalah saham Linkedln, sebagai situs jejaring sosial meraih pendapatan lebih dari perkiraan. Demikian juga dengan saham Kraft Foods yang naik setelah pendapatan lebih tinggi dari perkiraan.