Sabtu, 1 November 2014 | 07:14 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Pefindo: Outlook Peringkat Summarecon Agung Stabil
Headline
Ist
Oleh: Agustina Melani
pasarmodal - Kamis, 3 Mei 2012 | 09:59 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikkan peringkat PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) dan obligasi II/2008 yang diterbitkan perusahaan menjadi A+ dari A dengan outlook stabil.

Demikian seperti dikutip dari siaran pers, Kamis (3/5/2012). Pefindo juga menaikkan peringkat sukuk ijarah I/2008 menjadi A+ dari A. "Kenaikan peringkat terutama disebabkan oleh perbaikan rasio proteksi arus kas SMRA dan posisi perusahaan yang semakin kuat di properti," ujar Analis Pefindo, Vonny Widjaja.

Peringkat juga didukung oleh kualitas aset yang baik dan adanya pendapatan tetap yang mencukupi. Namun, peringkat dibatasi oleh adanya persaingan yang ketat di area Serpong dan karakteristik industri properti yang sensitif terhadap perubahan makro ekonomi.

Outlook untuk peringkat perusahaan adalah stabil. Hingga 31 Desember 2011, pemegang saham perusahaan adalah PT Semarop Agung sebesar 25,06%, PT Sinarmegah Jayasentosa sebesar 6,92%, Harto Nagaria sebesar 0,30%, Mellon Bank sebesar 5,89%, dan masyarakat sebesar 61,83%.[hid]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.