Rabu, 19 Juni 2013 | 12:33 WIB
Follow Us: Facebook twitter
BJBR akan Naikkan Total Aset Jadi Rp65 T
Headline
PT Bank Jabar dan Banten Tbk - inilah.com/Syamsuddin Nasoetion
Oleh: Agustina Melani
pasarmodal - Rabu, 2 Mei 2012 | 17:27 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - PT Bank Jabar dan Banten Tbk (BJBR) menargetkan total aset mencapai Rp65 triliun pada 2012.

"Target aset menjadi Rp65 triliun pada 2012. Dalam jangka panjang, kami menargetkan aset senilai Rp100 triliun pada 2015," ujar Direktur Utama PT Bank Jabar dan Banten Tbk, Bien Subiantoro, Rabu (2/5/2012).

Hingga kini perseroan mencatatkan aset sebesar Rp63,68 triliun pada kuartal pertama 2012 atau naik 17% mencapai Rp46,67 triliun pada kuartal pertama 2011. Perseroan mencatatkan kredit mencapai Rp29,10 triliun atau tumbuh 22% hingga kuartal pertama 2012.

Bien menuturkan, capital adequacy ratio (CAR) diperkirakan mencapai 13% hingga akhir tahun 2012. Saat ini, CAR perseroan mencapai 18%. Perseron akan fokus untuk kredit sektor consumer dan mikro pada 2012.

Untuk akuisisi BPR, Bien menambahkan, pihaknya akan selesaikan 3 BPR dulu. Di mana perseroan akan menambah modal sekitar Rp50 miliar untuk 3 BPR tersebut."Saat ini kami sedang menunggu ijin Bank Indonesia untuk dua BPR," tambah Bien. [hid]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.