INILAH.COM, Jakarta - PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) membukukan lonjakan pertumbuhan kredit sebesar 39% menjadi Rp36,6 triliun pada kuartal pertama 2012 dari Rp26,3 triliun di kuartal I 2011.
Untuk laba bersih tumbuh 18% menjadi Rp181 miliar. Sepanjang periode tersebut, Bukopin berhasil membukukan pendapatan bunga bersih sebesar Rp519 miliar atau naik 8% dari periode yang sama 2011.
Untuk pendapatan non-bunga tumbuh meyakinkan sebesar 28% menjadi Rp177 miliar. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan target Perseroan untuk meningkatkan pertumbuhan pendapatan non bunga di kisaran 25%-30%.
Pertumbuhan kredit ini ditopang oleh kuatnya penyaluran pada tiga segmen utama Bank Bukopin yakni Segmen UMKM, Konsumer dan Komersial. Segmen dengan kontribusi terbesar terhadap penyaluran kredit adalah segmen UMKM yang berkontribusi 50,14% atau Rp18,3 triliun terhadap total penyaluran kredit sebesar Rp36,6 triliun. Sedangkan komersial berkontribusi sebesar 38,71% atau Rp14,1 triliun dan Konsumer 11,15% atau sebesar Rp4,1 triliun.
Perseroan melakukan penyaluran kredit terbanyak ke segmen konsumer mencapai 63% menjadi Rp4,1 triliun dari porsi penyaluran pada periode yang sama tahun 2011 sebesar Rp2,50 triliun. Sedangkan pertumbuhan kredit terbesar kedua disumbangkan oleh segmen komersial sebesar 42% atau menjadi Rp14,1 triliun dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp9,9 triliun. Kemudian segmen UKM tumbuh 32% menjadi Rp18,3 triliun dibandingkan periode yang sama tahun 2011 sebesar Rp13,9 triliun.
“Kami baru saja menyelesaikan penerbitan obligasi subordinasi, sehingga kami bisa terus meningkatkan ekspansi bisnis dan menjaga struktur permodalan kami,” jelas Dirut Bank Bukopin, Glen Glenardi dalam keterangan resmi Selasa (1/5/2012).
Dengan penerbitan obligasi subordinasi senilai Rp1,5 triliun, Perseroan mengalokasikan dana tersebut untuk mendukung struktur permodalan. Meski terjadi penyaluran kredit secara agresif pada tiga bulan pertama 2012, posisi CAR Perseroan berhasil ditingkatkan menjadi 18,29% dibandingkan periode sebelumnya yakni 16,97%.