Jumat, 24 Mei 2013 | 14:34 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Pasar Terancam Kontraksi Ekonomi Global
Headline
inilah.com/Wirasatria
Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal - Selasa, 1 Mei 2012 | 18:55 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – IHSG berhasil mendarat di teritori positif tapi rupiah masih tertinggal di zona negatif. Pasar terancam kontraksi ekonomi global terutama pertumbuhan zona Eropa.

Analis senior Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, pelemahan rupiah hari ini salah satunya dipengaruhi oleh inflasi April 2012 yang dirilis naik di atas ekspektasi. Inflasi April meningkat year on year mencapai 4,5% dari ekspektasi 4,43% dari inflasi bulan sebelumnya 3,97% (year on year).

Di sisi lain, pertmbuhan ekspor Indonesia terus menurun. Karena itu, sepanjang perdagangan, rupiah ditutup pada level terlemahnya 9.190 setelah mencapai level terkuatnya 9.185 per dolar AS dari posisi pembukaan 9.190,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (1/5/2012).

Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Selasa (1/5/2012) ditutup melemah tipis 2 poin (0,02%) ke angka 9.190/9.195 dari posisi kemarin 9.188/9.193.

Menurutnya, pertumbuhan ekspor untuk Maret 2012, hanya tumbuh 5,51% dari sebelumnya 8,54%. Artinya, baik ekspor maupun impor memang mengalami pertumbuhan tapi melambat.

Berdasarkan data BPS, ekspor Maret 2012 tercatat sebesar US$17,27 miliar atau naik 5,51% dari Maret 2011. Sementara total ekspor Januari-Maret 2012 tercatat sebesar US$48,53 miliar atau naik 6,9% year on year. Ekspor non migas untuk Januari-Maret 2012 tercatat sebesar US$38,53 miliar atau naik 3,87% year on year.

Data-data tersebut, lanjuf Firman, menjadi indikator yang tidak begitu positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang akan dirilis pekan depan. "Selain itu, inflasi naik, tapi BI tidak akan memberikan sinyal pengetatan moneter secara agresif karena angka tersebut masih dalam koridor yang ditargetkan BI sehingga jadi tenanan negatif bagi rupiah," ujarnya.

Di lain pihak, kata dia, melambatnya pertumbuhan ekspor mengisyaratkan berkurangnya tenaga pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah merebaknya kekhawatiran akan perlambatan ekonomi global.

Sementara itu, dari eksternal, pasar dicemaskan oleh perlambatan ekonomi global di mana Spanyol sudah resmi jatuh pada resesi setelah mengalami kontraksi pertumbuhan dalam dua kuartal berturut-turut. "Pada kuartal pertama 2012, Spanyol tumbuh minus, -0,3%," timpalnya.

Begitu juga dengan pertumbuhan ekonomi Kanada yang sudah mulai berkontraksi. "Dengan banyak negara di Eropa yang mengalami kontraksi membuat outlook euro tidak begitu bagus," ucap Firman.

Apalagi, lanjutnya, Bank Sentral Australia (RBA) menurunkan suku bunga acuannya yang mengisyaratkan kekhawatiran bank sentral pada pertumbuhan ekonomi negeri Kanguru itu.

Tapi, kata Firman, setelah dolar AS menguat, pada akhirnya menglamai technical correction sehingga melemah terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS melemah ke 78,651 dari sebelumnya 78,778. "Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan melemah ke US$1,3270 dari sebelumnya US$1,3241 per euro," imbuh Firman.

Dari bursa saham, Analis dari Equator Securities Gina Novrina Nasution mengatakan, penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) sebesar 15,25 poin (0,36%) ke angka 4.195,984 dipicu oleh kepercayaan investor terhadap fundamental emiten. Fundamental itu, tercermin pada kinerja keuangan yang dirilis untuk kuartal I-2012. “Meskipun, ada beberapa saham yang mencatatkan laba di bawah kuartal sebelumnya,” ujarnya.

Karena itu, IHSG berhasil menguat di tengah ancaman resesi Spanyol yang bisa mengakibatkan kontraksi ekonomi global. “Belum lagi, dari dalam negeri mendapat sentiment negatif dari inflasi April yang angkanya di atas ekspektasi,” imbuhnya.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.