INILAH.COM. Hong Kong – Bursa Jepang jatuh pada perdagangan Selasa (1/5/2012) karena penguatan yen dan beberapa laporan pendapatan yang mengecewakan. Sementara bursa di Sydney melonjak setelah pemotongan suku bunga lebih besar dari estimasi.
Di Jepang, indeks Nikkei Stock Average ditutup turun 1,8% ke level 9.350,95, sedangkan indeks S & P / ASX 200 Australia naik 0,8% menjadi 4.429,50.
Apresiasi di Sydney terjadi setelah Reserve Bank of Australia memangkas suku bunga acuan sebesar 0,5% menjadi 3,75%, lebih besar dari prediksi pasar.
"Alasan utama di balik potongan lebih besar adalah kenyataan bahwa RBA tidak mengharapkan perbankan besar meneruskan semua penurunan suku bunga. Hal ini menyebabkab saham melanjutkan kenaikannya, "kata Stan Shamu, ahli strategi pasar di IG Markets.
Sebelumnya, kenaikan saham Australia dipicu data resmi manufaktur China yang menunjukkan peningkatan lebih lanjut.
Namun, reaksi pasar terhadap data China tidak terlalu signifikan, karena pasar China, serta bursa Malaysia, Filipina, Korea Selatan, Taiwan dan Thailand, tutup untuk libur MayDay.
Pasar saham Jepang, yang buka setelah libur akhir pekan tiga hari, justru tertekan saham eksportir, karena dolar AS turun di bawah 80 yen semalam, pertama kalinya sejak akhir Februari.
Koreksi dolar terhadap mata uang Jepang, koreksi pada bursa AS, data manufaktur Chicago yang melemah, dan kekhawatiran lebih lanjut tentang zona euro, menjadi katalis negatif.
Di Tokyo, saham TDK Corp jatuh 6,6%, Sony Corp turun 3,9% dan Toyota Motor Corp turun 3,5%. Demikian juga Nippon Electric Glass Co yang jatuh 8,6%, sementara Sharp Corp turun 9,3% setelah membukukan tahun fiskal terburuk. Honda Motor Co turun 3,4%.
Bank juga terkoreksi, setelah memburuknya sektor keuangan Eropa. Pemeringkat Standard & Poor memangkas peringkat untuk 16 bank Spanyol, setelah penurunan kredit dua tingkat untuk Spanyol pekan lalu.
Saham Mitsubishi UFJ Financial Group Inc turun 3,4%, sedangkan Daiwa Securities Group Inc turun 5,9%. Nomura Holdings Inc juga turun 4,6%.
Saham perbankan Australia berakhir menguat, setelah keputusan RBA yang mengejutkan. Australia & New Zealand Banking Group Ltd.naik 0,3% dan Commonwealth Bank of Australia naik 1,7%.
Saham penggerak lain yang juga menguat adalah Woodside Petroleum Ltd yang naik 3,7%. [ast]