INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada sesi I perdagangan Selasa (1/5/2012) berakhir melemah 9,6 poin atau 0,2% ke 4.171,11. Volume perdagangan 2,3 miliar saham senilai Rp1,8 triliun.
Sesi I digerakkan 335 saham dengan 94 saham menguat, 161 saham melemah dan 80 saham stagnan. Indeks terus tertekan sehingga tidak dapat melanjutkan penguatan. Sesi I berakhir di zona merah dengan level terendah di 4.171,11 dan tertinggi di 4.191,07. IHSG mengalami net foreign buy Rp34,1 miliar.
Indeks JII turun 0,3%, indeks ISSI turun 0,2%, indeks LQ45 turun 0,4% dan IDX30 turun 0,3%. Pelemahan indeks didukung sektor perkebunan hingga 1,1%, disusul sektor 0,8%. Namun penguatan ditunjukkan sektor perdagangan 0,3%, saham konsumsi naik 0,3% dan sektor manufaktur naik 0,2% serta aneka industri naik 0,3%.
Data BPS soal inflasi bulan April 2012 sebesar 0,21%. Komponen utama penyumbang inflasi terbesar adalah bawang putih dan cabe rawit. Inflasi inti April 2012 tercatat sebesar 0,23% dan inflasi inti year on year 4,24%.
Saham yang menguat seperti saham TOTO naik Rp4.000 ke Rp45.000, DLTA naik Rp3.000 ke Rp161.000, GGRM naik Rp600 ke Rp59.800, MYOH naik Rp325 ke Rp3.450, ASII naik Rp300 ke Rp71.300, LION naik Rp300 ke Rp7.200, LPCK naik Rp200 ke Rp3.450, SONA naik Rp150 ke Rp2.900, UNVR naik Rp150 ke Rp20.000.
Saham yang melemah seperti saham ITMG turun Rp600 ke Rp39.150, TLKM turun Rp250 ke Rp8.250, AALI turun Rp200 ke Rp21.200, MYOR turun Rp200 ke Rp19.800, LSIP turun Rp125 ke Rp2.800, AMFG turun Rp100 ke Rp6.100.