Sabtu, 25 Mei 2013 | 06:40 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Rekomendasi Sesi Dua
Pilih Saham yang Bertenaga Naik
Headline
Inilah.com
Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal - Selasa, 1 Mei 2012 | 12:00 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – Hingga penutupan, IHSG diprediksi melemah seiring tak cerianya laju bursa saham regional. Tapi, ada beberapa saham masih berpotensi menguat. Apa saja?

Pada sesi pertama perdagangan Selasa (1/5/2012), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 9,63 poin (0,23%) ke level 4.171,107. Begitu juga indeks saham unggulan LQ45 yang turun 2,49 poin (0,35%) ke angka 708,881.

Laju indeks siang ini cukup ramai, didukung oleh volume transaksi yang tercatat mencapai 2,008 miliar lembar saham di pasar reguler dan total mencapai 2,3 miliar. Sementara itu, nilai transaksi mencapai Rp1,62 triliun di pasar regular dari total Rp1,87 triliun dan frekuensi 73.304 kali. Sebanyak 94 saham menguat, sedangkan 161 saham melemah dan 80 saham stagnan.

Pelemahan indeks, justru diwarnai aksi beli dari investor asing yang mencatatkan transaksi nilai beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp34,1 triliun. Rinciannya, transaksi beli mencapai Rp497,8 triliun sedangkan transaksi jual sebesar Rp463,6 triliun.

Mayoritas sektor saham mendukung pelemahan indeks. Saham-saham di sektor perkebunan memimpin penurunan 1,08%, disusul properti 0,80%, infrastruktur 0,75%, pertambangan 0,54%, keuangan 0,32%, dan industri dasar 0,26%. Hanya empat sektor saham yang menguat antara lain aneka industri naik 0,34%, konsumsi dan perdagangan masing-masing naik 0,31% dan manufaktur 0,17%.

Analis dari Equator Securities Gina Novrina Nasution memperkirakan, IHSGakan mengalami tekananjual hingga penutupan.“Kisaran pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini di level support 4.142 dan resistance 4.205,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (1/5/2012).

Pelememahan indeks, menurutnya, dipicu oleh sentimen dari dalam negeri mengenai demonstrasi hari buruh. “Selain itu, tadi pagi pasar menunggu data inflasi yang sudah diperkirakan naik tidak terlalu jauh dibandingkan bulan sebelumnya,” ujarnya.

Kemarin, lanjut Gina, tekanan jual melanda IHSG pada perdagangan sesi I namun menjelang penutupan sesi II IHSG berhasil ditutup menguat sebesar 16 poin (0,4%). Sayangnya, tekanan jual melanda Dow Jones Industrial Index (DJI) tadi malam.

Indeks Dow Jones turun 14,68 poin (0,1%) ke level 13.213,63 sedangkan S&P 500 turun 5,45 poin (0,4%) dilevel 1.397,91. “Dow Jones pada bulan April menguat tipis, 0,01% sedangkan S&P melemah sebesar 0,8%. Pelemahan Dow Jones pada perdagangan tadi malam akibat dari data ekonomi yang dirilis,” tuturnya.

Sementara itu, lanjutnya, bursa saham Eropa kembali mengalami pelemahan setelah Inggris memasuki double dip recession yang pertama sejak 1970. “Begitu juga dengan Spanyol yang diperkirakan sudah masuk resesi,” timpal Gina.

Sedangkan sentiment dari regional Asia, bursa saham Nikkei pada perdagangan pagi tadimengalami pelemahan. “Sentimen dari bursa global memberikan dampak negatif untuk perdagangan regional pada hari initermasuk IHSG,” tuturnya.

Di atas semua itu, Gina merekomendasikan positif beberapa saham yang masih bertenaga naik. Antara lain, spekulatif buy untuk PT Astra Agro Lestari (AALI), hold PT Bakrie Sumatra Plantation (UNSP), take profit di Rp2.800 untuk PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN), dan buy on weakness PT Semen Gresik (SMGR).

Lalu, speculative buy PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP), PT Indika Energy (INDY), PT Mayora Indah (MYOR) dan buy PT Unilever Indonesia (UNVR).

Rekomendasi beli juga untuk PT Bank Negara Indoensia (BBNI), PT Jasa Marga (JSMR) dan PT Perusahaan Gas Negara (PGAS), buy on weakness PT Astra Internasional (ASII), speculative buy PT Bumi Resources (BUMI) dan PT Darma Henwa (DEWA).

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
Keputusan bertransaksi mengacu pada rekomendasi saham di INILAH.COM sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Sementara analis maupun perusahaan pialang yang membuat rekomendasi saham juga tidak ikut bertanggung jawab.