INILAH.COM, Sydney - Saham Jepang jatuh Selasa (1/5/2012) karena penguatan yen. Namun, saham Australia menguat tipis, dan sebagian besar pasar Asia lainnya tutup karena libur.
Di Jepang, indeks Nikkei Stock Average turun 0,9%, sedangkan di Australia, indeks S & P / ASX 200 naik 0,3% menjelang keputusan suku bunga dari Reserve Bank of Australia.
Pasar China, Malaysia, Filipina, Korea Selatan, Taiwan dan Thailand tutup untuk hari buruh May Day.
Pasar saham Jepang, yang baru buka setelah libur kemarin, tertekan saham eksportir karena dolar AS turun di bawah 80 yen, pertama kalinya sejak akhir Februari.
Lemahnya dolar terhadap mata uang Jepang, serta koreksi pada saham AS, menyusul data aktivitas manufaktur (PMI) di daerah Chicago April yang melambat, menjadi katalis negatif untuk bursa Jepang.
Di Tokyo, saham TDK Corp turun 4,3%, Nippon Electric Glass Co turun 4,5%, dan Sony Corp turun 2,2%.
Sedangkan saham Sharp Corp jatuh 4,8% setelah perusahaan membukukan tahun fiskal terburuk.
Honda Motor Co turun 1%, setelah merilis pertumbuhan laba yang di bawah estimasi, meski memperkriakan laba untuk tahun fiskal yang berakhir Maret 2013 akan berlipat ganda.
Perbankan di kawasan Asia juga melemah, setelah memburuknya kondisi keuangan Eropa. Pemeringkat Standard & Poor memangkas peringkat 16 bank Spanyol, setelah menurunkan peringkat kredit Spanyol dua tingkat pekan lalu.
Beberapa saham finansial Jepang, Mitsubishi UFJ Financial Group Inc turun 1,4%, sedangkan Daiwa Securities Group Inc turun 4,3%. Nomura Holdings Inc juga diperdagangkan turun 2,1%, gagal mendapatkan dukungan dari kenaikan laba bersih kuartalan yang naik 86%, mengalahkan estimasi.
Finansial di Australia juga melemah, dengan National Australia Bank Ltd turun 0,2%, Australia & New Zealand Banking Group Ltd flat dan Bank of Queensland Ltd jatuh 1,7%.
Reserve Bank of Australia akan mengumumkan keputusan suku bunga terbaru hari ini. Pasar berekpektasi adanya penurunan 25bsp dari suku bunga saat ini sebesar 4,25%. [ast]